PPKM Berakhir Hari Ini, Pengusaha Berharap Tidak Ada Batasan Umur Pengunjung Mal

azhfar muhammad ยท Senin, 20 September 2021 - 11:33:00 WIB
PPKM Berakhir Hari Ini, Pengusaha Berharap Tidak Ada Batasan Umur Pengunjung Mal
Ilustrasi pengunjung mal dengan penerapan protokol kesehatan. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Kebijakan Pemerintah atas Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4,  3, dan 2 Jawa-Bali akan berakhir pada hari ini, Senin (20/9/2021). 

Sehubungan dengan itu, Dewan Penasihat Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta, berharap pemerintah dapat melonggarkan aturan kunjungan ke pusat perbelanjaan atau mal, dengan tidak lagi menerapkan batasan umur pengunjung. 

“Ya masih sama lah dengan apa yang disampaikan minggu lalu di mal masih ada pembatasan-pembatasan regulasi atau aturan sehingga konsumen susah atau enggan masuk, seperti anak dibawah 12 tahun masih tak boleh masuk, dan kami berharap itu bisa segera ditinjau atau dilonggarkan,” kata Tutum saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (20/9/2021). 

Dirinya mengatakan, pemerintah dapat secara perlahan melonggarkan aturan kunjungan ke mal dengan memberikan izin berkunjung kepada anak di bawah 12 tahun.

Pasalnya, dengan batasan jumlah pengunjung ke mal yang disertai dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi, angka kunjungan sangat minim. Selain itu, orang tua yang anak-anaknya masih di bawah 12 tahun pun memilih untuk tidak menghabiskan waktu di akhir pekan dengan berkunjung ke mal karena tak bisa membawa serta anak mereka. 

“Ya masalah batasan umur di bawah 12 tahun yg kalau dapat diijinkan boleh masuk ke pusat belanja atau mal dengan pengawasan dan pendampingan keluarga si anak intinya bisa diawasi,” ujar Tutum.

Dirinya pun perharap dengan kembalinya bioskop  dibuka dapat meningkatakan kunjungan pusat perbelanjaan meski ada pembatasan dan kebijakan protokol kesehatan yang ketat. 

“Kami berharap kedepan agar pencapaian perbaikan kesehatan dapat dijaga oleh semua lapisan masyarakat agar tidak memunculkan cluster  baru lagi sehingga ekonomi dapt segera pulih,” tutur Tutum.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: