Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga BBM Pertamina 29 November 2025 di Akhir Pekan, Ada yang Turun?
Advertisement . Scroll to see content

Profil Citadel Pacific Pengganti Shell di Indonesia 2026

Senin, 29 September 2025 - 20:23:00 WIB
Profil Citadel Pacific Pengganti Shell di Indonesia 2026
Profil Citadel Pacific Pengganti Shell di Indonesia 2026 (Foto: Citadel)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini masyarakat sempat dibuat resah oleh isu kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Shell di Indonesia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar soal keberlangsungan operasional dan masa depan jaringan SPBU bermerek Shell di Tanah Air. 

Di tengah situasi itu, muncul nama Citadel Pacific bersama Sefas Group yang akan menjadi pengganti Shell di Indonesia 2026. Artinya, pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell bukan hanya soal pergantian operator, tetapi juga menyangkut kepastian pasokan energi bagi konsumen. 

Karena itu, memahami profil Citadel Pacific pengganti Shell di Indonesia 2026 sangat penting untuk melihat bagaimana transisi ini bisa menjawab keresahan masyarakat sekaligus membentuk peta baru industri energi nasional.

Profil Citadel Pacific Pengganti Shell di Indonesia 2026

Dilansir iNews dari laman resminya, Citadel Pacific Ltd. (CPL) adalah perusahaan holding swasta yang memiliki portofolio usaha beragam di kawasan Asia-Pasifik. Bisnisnya mencakup telekomunikasi, distribusi minyak dan gas, real estate, layanan penerbangan, pusat data, hingga energi terbarukan. 

Kepemilikan inti Citadel berasal dari keluarga Delgado di Filipina, yang telah lama membangun reputasi dalam investasi dan pengelolaan aset di berbagai sektor strategis.

Di sektor energi, Citadel Pacific bukan pemain baru. Mereka pernah mengakuisisi bisnis LPG milik Shell di Filipina dan sejak lama menjadi pemegang lisensi merek Shell untuk jaringan SPBU di Guam, Saipan, Palau, Hong Kong, dan Makau. 

Jejak ini menunjukkan bahwa Citadel terbiasa mengelola jaringan distribusi bahan bakar di bawah brand global yang kuat.

Di Indonesia, Citadel tidak bergerak sendirian. Mereka menggandeng Sefas Group, perusahaan lokal yang sudah lama menjadi distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. Kombinasi pengalaman global Citadel dan jaringan distribusi Sefas diharapkan bisa memperkuat posisi mereka sebagai pengganti Shell dalam bisnis SPBU nasional.

Proses Peralihan Bisnis SPBU Shell ke Citadel-Sefas

Alasan Strategis Pelepasan
Shell secara global tengah melakukan transformasi portofolio. Mereka lebih memilih fokus pada bisnis dengan margin tinggi seperti pelumas, energi rendah karbon, dan solusi energi baru. Pengalihan operasional SPBU kepada Citadel-Sefas menjadi langkah strategis agar Shell tetap bisa mempertahankan merek dan pasokan, tanpa harus terlibat langsung dalam operasional harian.

Ruang Lingkup Transaksi dan Target Waktu
Transaksi yang disepakati mencakup sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia beserta terminal penyimpanan bahan bakar di Gresik. Kesepakatan ini ditandatangani pada 2025, dengan target penyelesaian di tahun 2026 setelah semua izin regulasi diperoleh.

Selama masa transisi, operasional SPBU Shell tetap berjalan normal. Shell pun akan mempertahankan bisnis pelumasnya, termasuk pabrik blending di Indonesia serta pabrik grease baru di Marunda. Dengan begitu, meski pengelolaan SPBU berpindah, konsumen tetap mendapatkan akses produk Shell yang sudah mereka kenal.

Shell juga menegaskan bahwa kualitas produk dan kelancaran pasokan akan tetap dijaga. Perjanjian lisensi memungkinkan Citadel-Sefas tetap menggunakan merek Shell, sementara pasokan BBM tetap dikendalikan melalui jaringan Shell Trading.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut