Realisasi Belanja KemkopUKM Jauh dari Target, Teten Mengaku Prihatin

Michelle Natalia · Senin, 17 Mei 2021 - 12:18:00 WIB
Realisasi Belanja KemkopUKM Jauh dari Target, Teten Mengaku Prihatin
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM), Teten Masduki, mengaku prihatin dengan realisasi belanja kementerian itu yang jauh dari target.  

Pernyataan itu, disampaikan Teten di acara halal bihalal online yang dihadiri oleh keluarga besar KemenkopUKM, yang digelar secara daring, Senin (17/5/2021). 

Menurut Teten, realisasi belanja KemkopUKM harus terus didorong. Pasalnya, dari penyerapan anggaran reguler dikurangi anggaran banpres produktif usaha mikro, realisasinya hingga saat ini baru mencapai 18,08 persen. 

"Kalau kita lihat, target kita sampai akhir Mei harusnya 26,97 persen, tapi realisasinya baru 18,08 persen. Ini masih jauh dari target dan harus kita capai. Penyerapan anggaran sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional," ujar Teten. 

Dia juga mengaku prihatin dengan kenyataan masih sulitnya UMKM, khususnya usaha mikro untuk bertahan di tengah situasi pandemi saat ini, meskipun sudah mendapat stimulus dari pemerintah. 

Hal itu, antara lain disebabkan masih banyak usaha mikro yang belum bisa mengakses pembiayaan formal melalui perbankan. 

"Kita usahakan akses pembiayaan kredit perbankan usaha mikro bisa ditingkatkan. Alhamdulillah, Presiden Joko Widodo setuju, hingga 2024 porsi kredit perbankan untuk UMKM bisa lebih dari 30 persen," kata Teten.

Menurut dia, KemenkopUKM juga akan mendorong Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM, yang dinilai masih belum cukup untuk mendorong UMKM naik kelas. 

Teten memaparkan, UMKM hampir kosong porsinya atau masih sedikit sekali yang mengakses pembiayaan ke perbankan. Hal ini akan berbahaya karena UMKM tersebut tidak akan produktif. Padahal, UMKM yang produktif menjadi handicap untuk mendorong Indonesia masuk sebagai negara maju. 

"Selain akses perbankan yang masih minim, kapasitas usaha mereka juga tidak berkembang, dan produk mereka tidak punya daya saing. Dua isu ini yang perlu disikapi bersama-sama," ungkap Teten.

Selain itu, lanjutnya, KemkopUKM juga akan berupaya membuat standarisasi yang akan mempermudah para pelaku UMKM untuk memperoleh izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"UMKM kita juga masih kesulitan mendapatkan izin edar dari BPOM. Ini paling negatif dan harus kita kejar kemudahan untuk izin edar. Jadi kita akan susun standar khusus bagi produk UMKM untuk diajukan ke BPOM agar ada kemudahan," tutur Teten.

Dia mengungkapkan, target yang ingin dicapai KemkopUKM adalah mendorong transformasi yang diharapkan melahirkan UMKM yang semakin maju, berdaya saing, dan berkembang kapasitasnya. 

Pada kesempatan itu, Teten Masduki berpesan kepada jajaran KemkopUKM agarsaling menguatkan dan bahu membahu agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak besar di kesehatan dan ekonomi. 

"Dalam halal bihalal ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu sekalian yang sudah bekerja keras selama setahun kemarin, selama pandemi Covid-19," ujar Teten. 

Editor : Jeanny Aipassa