Relokasi Pabrik ke Indonesia, Sharp Siap Produksi 1,5 Juta Mesin Cuci per Tahun
KARAWANG, iNews.id - Perusahan elektronik asal Jepang, Sharp Corp. resmi merelokasi pabrik mesin cuci di Thailand ke Indonesia. Relokasi itu berupa perluasan pabrik di Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat.
Executive Managing Officer PT Sharp Electronic Indonesia (SEID), Yoshihiro Hashimoto mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Sharp, sehingga perusahaan bertekad mempertahankan pangsa pasar elektronik di negara terbesar di Asia Tenggara ini.
"Kami sudah 50 tahun di Indonesia dan untuk semua kategori elektronik, berhasil mencapai pangsa pasar nomor satu," kata Hashimoto di Karawang, Selasa (16/7/2019).
Hashimoto mengatakan, Sharp hanya memindahkan pabrik mesin cuci yang ada di Thailand. Sementara pabrik pendingin ruangan (AC) dan microwave tetap beroperasi di Negeri Gajah tersebut. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan seluruh produk Sharp akan dibuat di Indonesia.
Sharp, kata dia, ingin meningkatkan pangsa pasar mesin cuci lewat penjualan mesin cuci otomatis satu tabung di Indonesia. Prospek produk tersebut dinilainya cukup cerah.
"Awalnya pabrik kami di Karawang, hanya lini mesin cuci kecil, kemudian bertambah ada lemari es, televisi. Kami ingin membuat basis produksi di Indonesia," ujar dia.
Pabrik Sharp di KIIC seluas 30 hektare saat ini memproduksi berbagai macam produksi elektronik. Kapasitas produksi per tahunnya masing-masing 1,2 juta televisi, 1,2 juta lemari es, dan 1,1 juta mesin cuci.
Andry Utomo, National Sales Senior Manager SEID, menambahkan pangsa pasar Sharp di Indonesia untuk lemari es dan AC masing-masing 28,7 persen dan 27,9 persen.
Untuk televisi LED dan mesin cuci masing-masing 25,1 persen dan 22,9 persen. Andry menyebut, kehadiran pabrik baru ini bakal meningkatkan kapasitas produksi mesin cuci menjadi 1,4-1,5 juta unit per tahun.
"Market share Sharp untuk mesin cuci full auto masih rendah. Makanya mau produksi di Indonesia," ujar dia.
Editor: Rahmat Fiansyah