Rival Tesla asal China, Xpeng Motors Ajukan IPO di Bursa New York

Djairan ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 08:50 WIB
Rival Tesla asal China, Xpeng Motors Ajukan IPO di Bursa New York

Produsen mobil listrik asal China, Xpeng Motors resmi mengajukan rencana IPO di bursa New York, AS. (Foto: ilustrasi/Ist)

NEW YORK, iNews.id - Produsen mobil listrik asal China, Xpeng Motors resmi mengajukan rencana IPO di bursa New York (NYSE), AS. Saingan Tesla itu membidik dana segar 100 juta dolar AS.

Dalam keterbukaan informasi lewat otoritas bursa SEC, Xpeng akan melepas sekitar 429 juta saham biasa kelas B. Namun, tak disebutkan berapa banyak saham kelas A yang dilepas. Saham B memiliki hak suara 10 sementara saham A satu suara.

Pengajuan IPO itu bersamaan dengan kabar perseroan yang baru saja meraih suntikan dana 400 juta dolar AS dari Alibaba (200 juta dolar AS), pemegang mayoritas saham, Qatar Investment Authority (QIA) 100 juta dolar AS, dan Mubadala (sovereign wealth fund Abu Dhabi) 100 juta dolar AS.

Xpeng bukan produsen mobil listrik pertama asal China yang IPO di AS. Sebelumnya, ada Li Auto. Di China, ada juga rival seperti WM Motor dan Nio di samping Tesla yang tengah memperkuat bisnis dengan membuka pabrik di Shanghai.

Pada awal tahun ini, Tesla memperkenalkan Model 3 di China. Sementara Xpeng saat ini memiliki dua jenis mobil di pasaran, yakni G3 SUV dan P7 Sedan. Mobil yang disebut terakhir adalah saingan Model 3 Tesla. Xpeng akan merilis mobil ketiga pada 2021.

Rencana IPO Xpeng dilakukan di tengah ketegangan AS dan China. Beberapa perusahaan teknologi seperti ByteDance tengah tertekan usai aplikasi buatannya, TikTok terancam diblokir di AS karena diduga menjadi mata-mata Beijing.

"Meski saat ini kami belum mengekspor mobil listrik pintar ke AS, belum diketahui dampak negosiasi tarif atau kebijakan pemerintah, dan tarif terhadap harga bahan baku kami," kata Xpeng, dikutip dari CNBC, Selasa (11/8/2020).

Dalam IPO tersebut, Xpeng menunjuk Credit Suisse, JPMorgan, dan Bank of America sebagai penjamin emisi.

Editor : Rahmat Fiansyah