Rugi Besar, Uber Yakin Masih Didukung SoftBank

Rahmat Fiansyah ยท Sabtu, 10 Agustus 2019 - 21:05 WIB
Rugi Besar, Uber Yakin Masih Didukung SoftBank

Uber. (Foto: AFP)

SAN FRANSISCO, iNews.id - Uber mencetak kerugian 5,2 miliar dolar AS pada kuartal II-2019. Perusahaan transportasi online itu kesulitan membalikkan kinerja keuangan perusahaan menjadi untung.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi yakin investor, terutama SoftBank tetap mendukung Uber meski perusahaan selalu merugi sejak 2009. Dia mengatakan, Uber dan CEO SoftBank, Masayoshi Son masih memiliki visi yang sama.

"Saya pikir Masa adalah seorang pebisnis. Dia tidak akan memberikan uang pada perusahaan yang buruk. Ketika dia menginvestasikan uang ke dalam perusahaan, itu karena dia yakin pada mereka karena mereka akan menjadi pemimpin pasar," ujar Khosrowshahi dilansir CNBC, Sabtu (10/8/2019).

Keyakinan tersebut, kata dia, dilandasi fakta bahwa Uber merupakan investasi terbesar SoftBank secara global. Dia optimistis perusahaan investasi raksasa asal Jepang itu tidak akan meninggalkan Uber.

SoftBank baru saja meluncurkan modal ventura besar yang akan fokus pada perusahaan teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dana di modal ventura ditarget mencapai 108 miliar dolar AS.

Khosrowshahi memahami bahwa SoftBank berniat berinvestasi pada perusahaan pesaing Uber lewat modal ventura itu. Namun, dia yakin hal itu nantinya bakal menguntungkan Uber.

Dia yakin investasi SoftBank tidak akan merugikan Uber. Pasalnya, SoftBank telah lama berinvestasi pada perusahaan-perusahaan teknologi, termasuk prospek bisnisnya.

"Mereka tahu semua orang, mereka paham pasar, dan saya sangat bahagia memiliki mereka sebagai investor, dan saya kira SoftBank merupakan pelaku usaha yang baik di bisnis ini. Mereka akan menaruh uang untuk melawan pasar, tapi itu sebetulnya memperluas pasar, dan kita akan memperoleh keuntungan dari itu," ujar dia.

Khosrowshahi mengatakan, perluasan pasar oleh SoftBank bakal memperkuat lini bisnis uber. Terutama, layanan UberEats yang mulai meneguk laba.

"Pasar Eats akan tetap kompetitif. Banyak modal yang masuk dalam kategori ini, karena (pasarnya) terus tumbuh, dan saya pikir Eats akan 'berperang' tahun ini dan tahun depan," ujarnya.


Editor : Rahmat Fiansyah