Rugi Rp10,34 Triliun pada Semester I, Ini Penjelasan Dirut Garuda Indonesia

Aditya Pratama ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 11:05 WIB
Rugi Rp10,34 Triliun pada Semester I, Ini Penjelasan Dirut Garuda Indonesia

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan penurunan kinerja keuangan pada semester I 2020. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar 712,73 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp10,34 triliun.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, akan terus memperkuat dan mengoptimalkan upaya pemulihan kinerja perseroan di tengah tekanan kinerja imbas pandemi Covid-19. Dia menyebut, pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap kinerja perseroan, di mana ada pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.

Rata-rata frekuensi penerbangan menurun drastis dari yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per harinya menjadi hanya berkisar di angka 100 penerbangan per hari. Di samping itu, jumlah penumpang juga mengalami penurunan tajam hingga mencapai 90 persen.

"Namun demikian kami terus memperkuat langkah pemulihan kinerja seoptimal mungkin agar perseroan dapat segera rebound dan memperoleh pencapaian kinerja yang semakin membaik. Fokus utama kami adalah mengupayakan perbaikan fundamental Perseroan secara terukur dan berkelanjutan," ujar Irfan saat dihubungi, Minggu (2/8/2020).

Mantan direktur utama PT INTI (Persero) ini menambahkan, upaya pemulihan kinerja dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis perseroan meliputi langkah optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, layanan kargo udara hingga penerbangan charter. 

"Di samping itu, perseroan turut menjalankan langkah strategis dari aspek pengelolaan biaya melalui upaya negosiasi biaya sewa pesawat, restrukturisasi hutang, hingga implementasi efisiensi di seluruh lini operasional guna menyelaraskan tren supply dan demand di masa pandemi ini," kata dia.

Berdasarkan laporan keuangan (unaudited) semester I 2020, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan usaha sebesar 917,28 juta dolar AS atau turun sebesar 58,18 persen year on year (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 2,19 miliar dolar AS.

Capaian pendapatan usaha ditunjang oleh pertumbuhan pendapatan penerbangan tidak berjadwal sebesar 392,48 persen menjadi 21,54 juta dolar AS dari periode sebelumnya sebesar 4,37 juta dolar AS. 

Pendapatan penerbangan berjadwal tercatat sebesar 750,25 juta dolar AS. Sementara itu, Perseroan membukukan pendapatan lainnya sebesar 145,47 juta dolar AS. Sementara itu, beban usaha perseroan berkurang menjadi 1,64 miliar dolar AS dibandingkan sebelumnya 2,10 miliar dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk