Rusia Larang Investor Barat Jual Saham Perbankan dan Proyek Energi

Suparjo Ramalan · Sabtu, 06 Agustus 2022 - 18:21:00 WIB
Rusia Larang Investor Barat Jual Saham Perbankan dan Proyek Energi
Presiden Rusia Vladimir Putin larang investor Barat jual saham perbankan dan proyek energi.

MOSKOW, iNews.id - Rusia melarang investor dari negara-negara tidak bersahabat untuk menjual saham di perbankan dan proyek-proyek energi utama hingga akhir tahun. Hal ini meningkatkan tekanan dalam konflik sanksi dengan Barat. 

Negara-negara Barat dan sekutunya, termasuk Jepang telah memberlakukan pembatasan keuangan terhadap Rusia sejak menginvasi Ukraina pada akhir Februari lalu. Moskow membalas dengan memberi hambatan pada bisnis Barat dan sekutunya yang meninggalkan Rusia, termasuk menyita aset mereka. 

Adapun keputusan melarang investor dari negara-negara yang mendukung sanksi terhadap Rusia untuk menjual aset mereka dalam perjanjian bagi hasil (PSA), bank, entitas strategis, perusahaan yang memperoduksi peralatan energi serta lainnya, mulai dari produksi minyak dan gas hingga batu bara dan nikel, yang diteken Presiden Rusia Vladimir Putin telah diterbitkan pada Jumat (5/8/2022).  

Dalam dekrit tersebut, Putin dapat mengabaikannya untuk kasus-kasus tertentu agar kesepakatan tetap berjalan, dan pemerintah serta bank sentral harus menyiapkan daftar bank untuk persetujuan Kremlin. Kendati demikian, keputusan itu tidak menyebutkan nama investor.

Larangan tersebut mencakup hampir semua proyek keuangan dan energi besar, di mana investor asing masih memiliki saham, termasuk proyek minyak dan gas Sakhalin-1.

Pada Kamis (4/8/2022), perusahaan minyak negara Rusia Rosneft menyalahkan Exxon Mobil karena penurunan produksi di kelompok ladang minyak Sakhalin-1, setelah perusahaan energi utama AS itu mengatakan sedang dalam proses mentransfer 30 persen sahamnya ke pihak lain. 

Secara terpisah, sebuah keputusan pemerintah yang ditandatangani pada 2 Agustus memberikan investor asing di proyek gas alam cair (LNG) Sakhalin-2 - Royal Dutch Shell serta perusahaan Jepang Mitsui & Co serta dan Mitsubishi Corp - satu bulan untuk mengklaim saham mereka di entitas baru yang akan menggantikan proyek yang ada. Keputusan baru ini tidak mencakup proyek Sakhalin-2.

Sebelum larangan diberlakukan, Exxon menyatakan telah membuat kemajuan yang signifikan keluar dari usaha Sakhalin-1 dan penarikan adalah proses yang kompleks. 

"(Sebagai mantan operator), Exxon memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan, perlindungan lingkungan dan integritas operasi," kata juru bicara Exxon Mobil Casey Norton, dikutip dari Reuters, Sabtu (6/8/2022).

Sementara Shell sedang mencari opsi untuk menarik diri dari proyek, sedangkan pemerintah Jepang menegaskan kembali keinginannya agar perusahaan Jepang mempertahankan saham mereka di sana.

UniCredit Italia dan Intesa, grup Citi dan Raiffeisen terus mencari opsi untuk keluar dari Rusia, sementara yang lain seperti Societe Generale, dan HSBC telah menemukan jalan keluar. 

Citigroup menolak berkomentar tetapi sebelumnya mengatakan akan terus mengurangi operasi dan eksposur ke Rusia. Citigroup juga telah berhenti meminta bisnis baru atau klien baru di Rusia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda