Selain Beras, Jagung hingga Singkong Perkuat Ketahanan Pangan Lampung
Peningkatan produksi jagung turut diikuti upaya memperbaiki kualitas hasil panen. Pemerintah Provinsi Lampung menyalurkan dukungan berupa mesin pengering untuk membantu petani menghasilkan jagung dengan kadar air sesuai kebutuhan pasar.
Hasil peninjauan Komisi II DPRD Lampung pada Agustus 2026 menunjukkan penggunaan mesin pengering di lokasi yang dikunjungi membantu menurunkan kadar air jagung hingga sekitar 14 persen. Kualitas yang lebih konsisten diharapkan memperluas akses petani ke industri pakan sekaligus mendukung harga jual hasil panen.
Selain padi dan jagung, singkong atau ubi kayu juga menjadi komoditas strategis Lampung. Tanaman ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi bahan baku industri tapioka, tepung modified cassava flour (mocaf), dan produk turunan lainnya.
Meski demikian, produksi singkong Lampung mengalami penurunan pada 2025. Portal Satu Data Lampung yang diperbarui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura pada 2 April 2026 mencatat produksi ubi kayu mencapai 7.523.295 ton, turun dari 7.906.179 ton pada 2024 atau sekitar 4,84 persen.
Lampung Tengah dan Lampung Timur menjadi dua daerah penyumbang produksi ubi kayu terbesar pada 2025, masing-masing sekitar 2,89 juta ton dan 1,94 juta ton.