Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bayar Utang Pajak Rp25,4 Miliar, WP di Semarang Bebas dari Sandera DJP
Advertisement . Scroll to see content

Sistem Pajak Nggak Adil: Orang Kecil Diperas, Konglomerat Diuntungkan

Selasa, 12 Agustus 2025 - 16:54:00 WIB
Sistem Pajak Nggak Adil: Orang Kecil Diperas, Konglomerat Diuntungkan
Ilustrasi pajak di Tanah Air dinilai belum adil terhadap orang miskin dan konglomerat. (Foto: Bank Indonesia)
Advertisement . Scroll to see content

Bahkan, CELIOS juga menyoroti realokasi belanja perpajakan yang selama ini menguntungkan konglomerat dapat mengumpulkan penerimaan negara hingga Rp137,4 triliun.   

Belanja perpajakan ini, yang sering disebut sebagai subsidi terselubung, merupakan pengecualian, penangguhan, atau pengurangan pajak bagi korporasi besar tanpa manfaat ekonomi yang jelas bagi masyarakat.  

"Hal tersebut mengakibatkan belanja perpajakan justru menjadi subsidi terselubung (hidden subsidy) karena serangkaian komponen belanja perpajakan memang dikhususkan untuk mendukung iklim dan dunia investasi. Insentif pajak tersebut dinikmati secara reguler oleh perusahaan hilirisasi nikel, pertambangan batu bara, dan perusahaan ekstraktif di sektor industri pionir dan strategis," ucapnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut