SMK Milik Kemenperin Lulusannya Setara Diploma 1, Kok Bisa?

Advenia Elisabeth ยท Sabtu, 01 Oktober 2022 - 11:18:00 WIB
SMK Milik Kemenperin Lulusannya Setara Diploma 1, Kok Bisa?
Kantor Kementerian Perindustrian. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), yaitu SMK-Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMK-SMAK Bogor), memiliki kompetensi setara diploma 1 (D1).
 
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan, mengatakan Jenjang D1 merupakan program pendidikan yang memiliki masa belajar paling singkat dibandingkan dengan program diploma lainnya. 

SMK yang dapat menerapkan program setara D1 adalah SMK yang telah memenuhi syarat dan kualitas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Pembelajaran di SMK-SMAK Bogor diselenggarakan selama empat tahun, sehingga kompetensinya setara dengan D1, bahkan lebih karena yang dipelajari sebagian besar merupakan mata pelajaran yang disampaikan di tingkat perguruan tinggi,” kata Arus, Sabtu (1/10/2022).

Selain penyelenggaraan program pendidikan setara D1, SMK yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat ini juga menduduki peringkat pertama untuk SMK terbaik berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) selama tiga tahun berturut-turut dari 2020 sampai 2022.

Menurut dia, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran SDM, sarana prasarana, sistem PPDB, dan juga kurikulum. SMK-SMAK Bogor dilengkapi dengan sarana prasarana lengkap sesuai dengan tuntutan industri. 

“Kemudian, Kemenperin juga menyelenggarakan sistem penerimaan siswa baru yang sangat selektif melalui jalur Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS), baik JARVIS Prestasi, JARVIS Bersama dan JARVIS Mandiri, sehingga terpilih siswa-siswa yang berkualitas sebagai SDM industri” ujar Arus.

Arus menjelaskan, pelaksanaan Pendidikan di SMK-SMAK Bogor selaras dengan komitmen BPSDMI Kemenperin untuk memperkecil competency gap antara dunia industri dengan dunia pendidikan. 

“Dengan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri yang besar, mencapai sekitar 600 ribu orang per tahun, keberadaan SDM kompeten menjadi faktor sangat penting dalam mendukung pertumbuhan industri. Sehingga Kemenperin melalui unit pendidikannya menyelenggarakan pendidikan setara D1 sebagai wujud nyata kerja sama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri,” ungkap Arus.

Wakil Manajemen Mutu SMK-SMAK Bogor, Rusman, mengatakan kegiatan belajar di sekolah tersebut menggunakan kurikulum yang terintegrasi antara Kemendikbud serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri. 

Pembelajaran dilaksanakan dengan metode dual system dengan proporsi 70 persen praktik dan 30 persen teori yang berlangsung selama empat tahun, termasuk program magang di industri selama enam bulan.

“Berdasarkan testimoni yang disampaikan oleh industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri, bahkan dibandingkan dengan lulusan D3. Mereka dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, dan cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” tutur Rusman.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda