Sosok Pavel Durov, Pendiri Telegram Berharta Rp238 Triliun yang Ditangkap di Prancis
Pada tahun 2017, Durov dan Telegram pindah ke Dubai, dan menurut media Prancis dia juga telah menerima kewarganegaraan Uni Emirat Arab (UEA). Selain itu, dia telah menjadi warga negara Prancis pada bulan Agustus 2021.
Tak hanya Prancis, Durov juga tercatat sebagai warga negara St. Kitts dan Nevis, negara kepulauan ganda di Karibia, menurut laporan media.
Telegram cukup berpengaruh di Rusia, Ukraina, dan negara-negara bekas Uni Soviet. Telegram telah menjadi sumber informasi penting tentang perang Rusia di Ukraina, yang banyak digunakan oleh pejabat Moskow dan Kyiv. Sejumlah analis menyebut aplikasi tersebut sebagai 'medan perang virtual' pada perang tersebut.
Adapun, Rusia telah memblokir Telegram pada tahun 2018 setelah aplikasi tersebut menolak untuk mematuhi perintah pengadilan untuk memberikan akses kepada layanan keamanan negara ke pesan terenkripsi milik penggunanya.
Tindakan tersebut tidak banyak berpengaruh pada ketersediaan Telegram di sana, tetapi memicu protes massal di Moskow dan kritik dari LSM.