Sri Lanka Bangkrut! Ibu-ibu Antre Makanan, Tak Mampu Beli Susu untuk Bayinya

Dinar Fitra Maghiszha ยท Selasa, 05 Juli 2022 - 17:34:00 WIB
Sri Lanka Bangkrut! Ibu-ibu Antre Makanan, Tak Mampu Beli Susu untuk Bayinya
Sri Lanka bangkrut! Ibu-ibu antre makanan, tak mampu beli susu untuk bayinya. Foto: Reuters

KOLOMBO, iNews.id - Krisis dan kebangkrutan di Sri Lanka membuat rakyatnya menderita. Banyak keluarga termasuk ibu dengan bayinya terpaksa mengantre untuk mendapatkan makanan di sebuah dapur umum.

"Kami di sini karena kami lapar," kata Chandrika Manel, ibu empat anak, dikutip dari BBC, Selasa (5/7/2022).

Saat menguleni nasi dengan tangannya, mencampurnya dengan lentil dan bayam sebelum memberikannya kepada salah satu anaknya, dia mengungkapkan, membeli roti adalah sebuah perjuangan.

"Ada kalanya saya (memberi mereka) susu dan nasi, tetapi kami tidak memasak sayuran apa pun karena terlalu mahal harganya," ujarnya.

Cadangan devisa yang menipis dan inflasi yang melonjak telah menghancurkan ekonomi Sri Lanka dalam beberapa bulan terakhir. Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa, yang mendorong pemotongan pajak yang menyusutkan kas negara dan banyak meminjam dari China untuk mendanai proyek infrastruktur yang ambisius disalahkan atas krisis tersebut. Pandemi, yang melanda pariwisata, dan perang di Ukraina, yang membuat harga minyak meroket, memperburuk situasi.

United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) menyatakan, Sri Lanka sekarang berada di ambang krisis kemanusiaan. Organisasi tersebut menemukan, 70 persen keluarga di negara itu telah mengurangi makanan sejak awal tahun, dan stok bahan bakar serta obat-obatan esensial juga cepat habis.

"Biaya hidup sangat tinggi, kami harus pinjam uang untuk bertahan hidup," ucap Manel.

Adapun Pendeta Moses Akash mendirikan dapur umum satu bulan lalu di aula gereja di Kolombo setelah bertemu dengan seorang ibu tunggal yang hanya makan nangka selama tiga hari.

"Kami menemukan orang-orang yang belum makan sepiring nasi kedua selama empat bulan terakhir," kata Pendeta Moses.

Menurut perkiraannya, jumlah orang yang mengantre untuk makanan telah meningkat dari 50 menjadi lebih dari 250 per hari. Ini tidak mengherankan mengingat harga pangan di Sri Lanka naik 80 persen pada Juni lalu.

"Saya melihat banyak anak-anak kekurangan gizi," katanya.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda