Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Instrumen Turunkan Angka Kemiskinan Tahun Depan

Michelle Natalia · Kamis, 29 September 2022 - 20:42:00 WIB
Sri Mulyani Sebut APBN Jadi Instrumen Turunkan Angka Kemiskinan Tahun Depan
Menkeu Sri Mulyani mengatakan, APBN jadi instrumen turunkan angka kemiskinan tahun depan. (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi instrumen pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Indonesia pada tahun depan.

“Upaya kita mengidentifikasi masyarakat miskin melalui survei Registrasi Sosial dan Ekonomi (Regsosek), sehingga semua instrumen APBN kita bisa jauh lebih fokus kepada kelompok miskin,” kata dia di Jakarta dikutip dari Antara, Kamis (29/9/2022).

Dia menuturkan, instrumen APBN akan semakin optimal untuk menekan angka kemiskinan dengan upaya perbaikan data yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), yaitu melalui Regsosek. Perbaikan data tersebut bakal membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial maupun dana desa dan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik kepada masyarakat secara lebih akurat.

Upaya penurunan angka kemiskinan ini, dia menambahkan, juga menjadi tanggung jawab dan target seluruh kementerian, lembaga, dan daerah.

“Kalau kita punya langkah yang sama, kita berharap ini bisa menurunkan secara jauh lebih sistematik dan akuntabel,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan, target kemiskinan dalam indikator pembangunan tahun 2023 mencapai sekitar 7,5 persen hingga 8,5 persen.

Dia optimistis target tersebut tercapai jika didukung oleh kebijakan-kebijakan yang kuat termasuk perlindungan sosial seperti program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial. Meski demikian, menurutnya, komitmen menekan angka kemiskinan bukan hanya upaya dalam jangka pendek melainkan jangka panjang karena pemerintah harus mempertebal daya tahan masyarakat.

“Ini tentu membutuhkan kerja sama dan kolaborasi yang sangat erat, mulai dari pusat sampai daerah,” ujarnya. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda