Survei Kemenhub: 38 Persen Orang Indonesia Tak Miliki Biaya untuk Bepergian Saat Libur Nataru
JAKARTA, iNews.id - Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan 38 persen orang Indonesia tak memiliki biaya untuk bepergian saat libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Hal itu, merupakan hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub kepada 30.606 orang dalam dua tahap. Adapun tahap I dilakukan pada 5-26 September 2022 dan tahap II pada 17-30 November 2022 dengan responden laki-laki 61 persen dan perempuan 39 persen dari latar belakang yang berbeda.
Kepala BKT Kemenhub, I Gede Pasek, mengatakan berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 44,17 orang yang akan melakukan perjalanan pada momem libur Nataru.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 persen responden beralasan melakukan perjalan karena ingin memanfaatkan libur natal dan tahun.
"Sedangkan sisanya sebanyak 38 persen memilih tidak berpergian karena alasan tidak memiliki biaya," kata I Gede Pasek, dalam konferensi pers kesiapan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2022/2023, Rabu (14/12/2022).
Menurut dia, terdapat 5 provinsi yang menjadi tujuan tertinggi mudik menjelang libur Nataru 2022/2023, di antaranya Jawa Tengah sebanyak 8,72 juta orang, Jawa Timur 7,7 juta orang, Jawa Barat 6,5 juta orang, Jabodetabek 4,72 juta orang dan Yogyakarta 3,,6 juta orang.
"Daerah bepergian 5 besar itu yang daerah tertinggi Jabodetabek 7,1 juta orang, Jawa Timur 6,2 juta orang, Jawa Tengah 5,5 juta orang, Jawa Barat 4,4 juta orang, dan Sumatera Utara 3 juta orang ini dari asal," kata I Gede Pasek.
Dia menuturkan, dari hasil survei yang dilakukan pihaknya, puncak arus mudik nataru akan terjadi pada H-7 hingga hari Natal itu sebanyak 19,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan.
"Puncak perjalanan terjadi pada tanggal 23 Desember 2022 sebanyak 5,2 juta orang dan 24 Desember sebanyak 4,5 juta orang," ungkap I Gede Pasek.
Selanjutnya, periode kedua H-6 menjelang tahun baru sampai dengan hari H tahun baru, sebanyak 15,5 juta orang yang akan melakukan perjalanan ke luar kota. Puncaknya terjadi pada 30 Desember 2022 sebanyak 4,2 juta orang, dan 31 Desember 2022 sebanyak 3,6 juta orang.
Sedangkan pascatahun baru 2-7 Januari masih ada potensi 1,5 juta orang melakukan perjalanan ke luar kota, yang perlu diantisipasi. Sedangkan, arus balik diprediksi akan terjadi pada 26 Desember 2022 hingga 7 Januari 2022.
"Puncak arus balik terjadi pada 1 Januari 2023 sebanyak 8,2 juta orang, dan tanggal 2 Januari 6,5 juta orang yang akan kembali dari daerah asal," ujar I Gede Pasek.
Adapun pada nataru tahun ini, sebanyak 28 persen masyarakat akan menggunakan kendaraan mobil untuk melakukan perjalanan.
Sedangkan masyarakat yang menggunakan sepeda motor senanyak 16,47 persen, kereta api 13 persen, bus 11 persen, pesawat 11 persen, kapal penyebrangan 4 persen seeta kapal laut 2 persen.
Sementara, pengguna angkutan umum seperti kereta api diprediksi hanya mencapai 13,42 persen, bus 11,90 persen, pesawat 11,02 persen, kapal penyeberangan 4,49 persen, dan kapal laut 2,04 persen.
Editor: Jeanny Aipassa