Tak Ingin Kasus Covid-19 Melonjak, Menko Luhut: Ini Syarat Bagi Wisman yang Masuk Bali

azhfar muhammad ยท Senin, 11 Oktober 2021 - 15:52:00 WIB
 Tak Ingin Kasus Covid-19 Melonjak, Menko Luhut: Ini Syarat Bagi Wisman yang Masuk Bali
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah tak ingin kasus Covid-19 melonjak seiring dibukanya Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman). Terkait dengan itu, Menko Luhut membeberkan sejumlah syarat masuk Bandara Ngurah Rai Bali, untuk Wisman.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membuka penerbangan Internasional ke Bali pada pekan ini, tepatnya mulai 14 Oktober 2021. Sejumlah persiapan terutama terkait protokol kesehatan telah dilakukan untuk membuka kembali Bali bagi kunjungan wisman. 

"Untuk memastikan tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bali, Pemerintah juga akan memperketat persyaratan mulai dari Pre-Departure Requirement hingga On-Arrival Requirement," kata Luhut dalam konferensi evaluasi PPKM, Senin (11/10/2021).

Luhut menyampaikan dalam Pre-Departure Requirement ditentukan beberapa hal mulai dari tes PCR yang diambil sesuai ketentuan.

"Berasal dari negara dengan kasus konfirmasi level 1 dan 2 dengan positivity rate kurang dari 5 persen, kemudian Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil max 3x24 jam sebelum jam keberangkatan," ujar Menko Luhut.

Dia menyebutkan, wiman yang hendak mengunjungi Bali harus menyertakan bukti vaksinasi Covid-19 lengkap, atau 2 dosis. Jangka waktu dosis kedua vaksin Covid-19 yang diterima minimal 14 hari sebelum kunjungan ke Bali.

"Dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal, Asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal 100.000  dolar Amerika Serikat, dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19," papar Menko Luhut.

Dalam laporannya Luhut juga menambahkan pendatang wajib mengisi E-HAC via aplikasi Peduli Lindungi.

"Melaksanakan tes PCR on arrival dengan biaya sendiri Pelaku perjalanan dapat menunggu hasil tes RT-PCR di akomodasi yang sudah direservasi. Jika hasil negatif, maka pelaku perjalanan dapat melakukan karantina di tempat karantina yang sudah direservasi selama 5 hari," ungkap Menko Luhut.

Dengan demikian wisatawan mancanegara wajib melakukan PCR pada hari ke 4 malam. Jika hasil negatif maka pada hari ke 5 sudah bisa keluar dari karantina.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: