Tarif Ojek Online Baru, Go-Jek Akui Permintaan Turun Drastis
JAKARTA, iNews.id – Go-Jek memutuskan tetap mengikuti pedoman tarif ojek online Kementerian Perubungan yang termaktub dalam Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 348 Tahun 2019. Aplikator transportasi online itu sebelumnya berencana mengembalikan tarif ojek online seperti semula pada 4 Mei lalu. Namun, mitra driver mengancam akan mogok serentak sehingga rencana itu pun dibatalkan.
Chief Corporate Affairs Nila Marita mengatakan, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi selama tiga hari pertama pemberlakuan tarif uji coba, pihaknya memang melihat adanya penurunan permintaan (order) Go-Ride yang cukup signifikan sehingga berdampak pada penghasilan mitra driver. Namun demikian, dengan semangat dan komitmen mendukung keberhasilan dan optimalisasi Kepmenhub Nomor 348 Tahun 2019, Go-Jek akan terus melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan Go-Ride.
“Dalam penerapan tarif uji coba ini, kami tetap melakukan berbagai program promosi (diskon tarif) kepada konsumen. Hal ini baik untuk jangka pendek, namun tidak baik untuk keberlangsungan usaha secara jangka menengah dan panjang,” kata dia dalam keterangannya, Senin (6/5/2019).
Dia menambahkan, subsidi berlebihan untuk promosi (diskon tarif) memberikan kesan harga murah, namun hal ini semu karena promosi tidak dapat berlaku permanen. Dalam jangka panjang, subsidi berlebihan akan mengancam keberlangsungan industri, menciptakan monopoli dan menurunkan kualitas layanan dari industri itu sendiri.
“Ancaman terhadap keberlangsungan industri dapat mengakibatkan hilangnya peluang pendapatan bagi para mitra driver yang tentunya sangat ingin kami hindari,” tuturnya.
Go-Jek ingin menjaga keberlangsungan industri ini, agar mitra driver terus mendapatkan sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta para konsumen terus dapat menikmati layanan aman, nyaman dan berkualitas.
“Kami akan terus laporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada Pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan. Kami berharap dapat bersama-sama menciptakan industri yang sehat, sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen serta menjaga pendapatan dan kesejahteraan driver yang berkesinambungan,” ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk