Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T melalui Program Rural Youth AI Facilitator
"Pemberdayaan talenta muda merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Melalui Rural Youth AI Facilitator, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi usahanya," ujar Hery.
Setelah pelatihan, para mahasiswa akan memberikan pendampingan secara one-on-one kepada pelaku UMKM, mulai dari pengembangan aset digital, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan AI untuk operasional dan pengelolaan usaha. Dengan melibatkan talenta muda lokal yang memahami karakteristik wilayahnya, pendampingan diharapkan lebih efektif, kontekstual, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Ke depan, para agen digital akan berkolaborasi dengan berbagai kelompok strategis di Papua Barat Daya, di antaranya kelompok usaha Mama-Mama Papua dalam pengembangan produk, pemasaran, dan pengelolaan usaha; komunitas pemuda desa untuk memperkuat promosi digital; serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan dan memperluas peluang kemitraan Business-to-Business (B2B).
Program Rural Youth AI Facilitator merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam memperkuat ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan berdaya saing melalui implementasi program TJSL.
Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, program ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berperan aktif sebagai penggerak transformasi digital di daerahnya masing-masing, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Melalui kolaborasi antara teknologi, talenta muda, dan masyarakat, Telkom akan terus memperluas inisiatif pemberdayaan digital yang mampu menciptakan dampak sosial berkelanjutan.
Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia, Telkom optimistis pemanfaatan teknologi yang inklusif dapat memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Editor: Rizqa Leony Putri