Tembus Pasar Global, Produk Sabun UMKM Diekspor Ke 6 Negara

Oktiani Endarwati ยท Sabtu, 15 Januari 2022 - 19:31:00 WIB
Tembus Pasar Global, Produk Sabun UMKM Diekspor Ke 6 Negara
Pelepasan ekspor sabun olahan UMKM ke Afrika dan Timur Tengah oleh PT Restu Graha Dana. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Produk sabun olahan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diekspor ke 6 negara di Afrika dan Timur Tengah. Ekspor tersebut dilakukan PT Restu Graha Dana.

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengapresiasi PT Restu Graha Dana yang mengekspor 150 kontainer sabun olahan UMKM ke Afrika dan Timur Tengah. Diharapkan langkah ini menjadi semangat baru bagi para UKM untuk terus berdaya saing dan menembus pasar global.

"Ini salah satu prioritas kita agar UMKM masuk pasar global," ujar Deputi Bidang UKM KemenKop UKM, Hanung Harimba Rachman di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Menurut dia, pemerintah ingin meningkatkan kontribusi ekspor UKM mencapai 17 persen di tahun 2024, di mana saat ini baru mencapai 15,6 persen. 

Untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor UKM ini, lanjutnya, pelaku UKM nasional membutuhkan biaya logistik yang lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.

"Kelangkaan kontainer menjadi permasalahan utama untuk UKM. Akibatnya biaya pengangkutan mahal atau biaya yang naik 300% dan risiko kerusakan sangat tinggi karena lamanya penyimpanan produk," tutur Hanung.

Selain kelangkaan kontainer, kendala lainnya ialah pemetaan permintaan domestik atau tidak adanya market intelligence untuk menanggapi peluang produk, kapasitas produk, sertifikasi internasional, dan kemudahan pembiayaan ekspor bagi pelaku UKM.

Dia pun menegaskan bahwa kontribusi ekspor Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan China yang memiliki kontribusi ekspor UKM sebesar 68% dan indeks kinerja logistik 3,61, serta India dengan kontribusi ekspor UKM 40 persen dan indeks kinerja logistik 3,18.

"Ini menunjukkan kurang efisiennya waktu dalam pemenuhan dokumen ekspor serta kurangnya dukungan infrastruktur bagi pelaku UKM Indonesia untuk eskpor produknya. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ungkap Hanung.

Dalam membangun ekosistem ekspor yang kondusif bagi UKM, KemenKopUKM telah menyediakan berbagai program, di antaranya SMESCO Hub Timur untuk mengagregasi produk UMKM dan koperasi wilayah timur Indonesia, baik untuk target pasar di dalam dan luar negeri.

Selain itu, KemenKopUKM juga menyediakan SMESCO Labo untuk skill enrichment bagi semua pelaku usaha atau industri kecil dan menengah. Di dalam SMESCO Labo ini, tersedia beberapa fasilitas laboratorium yang sudah tersedia, seperti mechanical lab, photography lab, food lab, dan handycraft labo.

"Kita juga punya Rumah Produksi Bersama dalam komoditas produk nilam, rotan, biofarma, kelapa, dan sapi. Angkutan kargo terjadwal, dan logistik bersubsidi kolaborasi bersama Garuda Indonesia," tutur Hanung.

Selanjutnya, ada pembiayaan ekspor, sertifikasi internasional, sertifikasi mutu ISO/HACCP, FSSC, BRC, Organik, dan SVLK. Satgas pengembangan ekspor. Agenda pameran internasional dalam G20 ada 150 side event yang bisa dimanfaatkan untuk promosi UMKM, juga MotoGP, Muslim Indonesia Fashion Festival, serta berbagai program lainnya.

Di tempat yang sama, Komisaris PT Restu Graha Dana, Dian Prasetyo mengatakan bahwa acara kali ini menunjukkan bahwa pelaku UKM dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor.

"Kita bergandengan tangan untuk berkontribusi pada ekonomi Indonesia," kata Dian. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: