Tersandung Skandal di Nissan, Carlos Ghosn Curhat Menyesal Tolak Tawaran Jadi Bos GM

Rahmat Fiansyah ยท Kamis, 09 Januari 2020 - 11:24 WIB
Tersandung Skandal di Nissan, Carlos Ghosn Curhat Menyesal Tolak Tawaran Jadi Bos GM

Mantan CEO Nissan, Carlos Ghosn. (Foto: AFP)

BEIRUT, iNews.id - Mantan bos Nissan, Carlos Ghosn menarik perhatian saat kabur dari proses hukum di Jepang. Dia didakwa menyalahgunakan wewenang di perusahaan untuk kepentingan ekonomi pribadi.

Dilansir CNBC, Kamis (9/1/2020), Ghosn menolak dakwaan itu. Dia merasa tidak menyesal karena tak melakukan kesalahan apa pun. Namun, dia menyebut ada satu kesalahan besar yang dilakukan dalam kariernya.

"Saya membuat kesalahan dan saya akui pada hari ini. Saya seharusnya menerima tawaran itu, tapi saya saat ini punya keyakinan sendiri," kata Ghosn.

Tawaran yang dimaksud adalah menjadi CEO General Motors (GM) pada 2009 lalu. Tawaran datang langsung dari Penasihat Presiden Barack Obama, Steven Rattner.

Pria berdarah Prancis, Lebanon, dan Brasil itu mengungkapkan, Rattner menawarinya gaji dua kali lipat untuk menjadi bos GM. Namun, dia sudah berkomitmen untuk memimpin aliansi bisnis Nissan-Renault.

Pernyataan Ghosn membantah tudingan media Jepang yang menyebutnya sebagai "diktator bertangan dingin dan rakus". Gambaran tentang dirinya itu, menurut Ghosn, tidak adil. Kalau dirinya rakus, tentu memilih untuk bergabung dengan GM.

"Yang berbicara saat ini bukan orang yang rakus. Orang rakus akan bilang, 'Maaf, ini adalah bisnis, saya akan memenuhi kepentingan saya sendiri.' Tawaran (GM) sangat menarik, tapi kapten tidak akan pernah meninggalkan kapalnya saat dibutuhkan," tuturnya.

Ghosn sedang menanti proses persidangan di Jepang sejak November 2018 atas tuduhan rekayasa keuangan dan penyalahgunaan sumber daya perusahaan untuk keuntungan pribadi. Dia menyebut, upayanya kabur dari Jepang ke Lebanon baru-baru ini sebagai bentuk "pelarian dari ketidakadilan".

Editor : Rahmat Fiansyah