Tesla Siap Bangun Pemurnian Lithium untuk Baterai Mobil Listrik di Texas
TEXAS, iNews.id - Raksasa mobil listrik Tesla tengah mengevaluasi kelayakan fasilitas pemurnian lithium hidroksida di pantai teluk Texas. Menurut surat Tesla ke Kantor Pengawas Keuangan Texas, pabrik itu akan fokus pada pengembangan baterai lithium hidroksida dan menjadi yang pertama dari jenisnya di Amerika Utara.
Jika permohonan Tesla disetujui, konstruksi dapat dimulai pada kuartal keempat 2022. Proyek ini akan beroperasi secara komersial pada kuartal keempat tahun 2024.
Mengutip CNBC International, Sabtu (10/9/2022) perusahaan akan memproses bahan bijih mentah dapat digunakan untuk produksi baterai, kemudian mengirimkan lithium hidroksida ke berbagai pabrik pembuatan baterai Tesla.
Pada bulan April, CEO Tesla Elon Musk mengatakan, perusahaan mungkin perlu masuk ke pemurnian lithium karena biaya logam yang melonjak. Menurut indeks pelacakan dari Benchmark Mineral Intelligence, harga lithium naik 120 persen tahun ini.
Langkah Tesla juga kemungkinan merupakan upaya untuk mendiversifikasi pasokan produksi lithium dan baterainya. China mengendalikan lebih dari setengah pemrosesan dan pemurnian lithium dunia, dan Amerika Serikat hanya 1 persen.
Selain itu, perusahaan juga mempertimbangkan pemrosesan bahan baterai lainnya, pemurnian dan manufaktur dan operasi manufaktur tambahan untuk mendukung lini produk berkelanjutan Tesla.
Tesla menyebut, pihaknya masih mengevaluasi kelayakan proyek tersebut dan hanya kegiatan pengembangan awal yang telah dimulai. Perusahaan menuturkan, satu-satunya cara proyek ini akan layak jika Texas memberikan keringanan pajak berdasarkan undang-undangnya.
“Dalam kasus investasi pada proyek yang diusulkan ini di Texas, keputusannya akan didasarkan pada sejumlah pertimbangan komersial dan keuangan, termasuk kemampuan untuk mendapatkan keringanan terkait pajak properti lokal,” tulis permohonan tersebut.
Lithium merupakan logam penting untuk baterai yang digunakan untuk segala hal mulai dari mobil listrik hingga smartphone. Mengingat pentingnya strategis logam tanah jarang tersebut dan dominasi pertambangan China, ada kekhawatiran dari Washington bahwa Beijing dapat memotong pasokan penting lithium dan bahan lainnya.
AS sedang mencari cara untuk meningkatkan industri penyulingan dan pertambangan tanah jarangnya sendiri untuk mengejar ketinggalan dengan China.
Editor: Aditya Pratama