Ternyata Ini Penyebab Tesla Belum Bisa Pastikan Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Jeanny Aipassa ยท Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:02:00 WIB
Ternyata Ini Penyebab Tesla Belum Bisa Pastikan Investasi Kendaraan Listrik di Indonesia
Pabrik Tesla di Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Pandjaitan, membeberkan penyebab Tesla Inc belum dapat memastikan investasi kendaraan listrik di Indonesia. 

Menurut dia, sejauh ini Tesla telah mencapai kesepakatan senilai sekitar 5 miliar dolar AS untuk membeli produk nikel dari perusahaan pengolahan nikel yang beroperasi di Morowali, Indonesia, di Pulau Sulawesi. Bahan nikel akan digunakan untuk produksi baterai lithium Tesla. 

Luhut mengungkapkan, pihakya masih bernegosiasi dengan Tesla terkait investasi kendaraan listrik. Namun negosiasu belum mendapat kepastian lantara saat ini Elon Musk sedang sibuk menghadapi gugatan Twitter. 

"Kami masih bernegosiasi (degan Tesla), tetapi Elon Musk sibuk dengan urusan domestik, mengenai Twitter," kata Menko Luhut, dalam laporan khsuus Bloomberg, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (20/8/2022).

Seperti diketahui, perusahaan media sosial Twitter dan Elon Musk saat ini saling menggugat atas upaya Musk untuk meninggalkan kesepakatannya untuk mengakuisisi Twitter seharga 44 miliar dolar AS. 

Dalam wawancara khusus Bloomberg, pada Kamis (19/8/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak Tesla Inc. memproduksi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, bukan hanya produksi baterainya. 

Jokowi mengatakan Indonesia menginginkan Tesla berinvestasi untuk membentuk ekosistem besar mobil listrik, daripada hanya memanfaatkan sumber daya alam untuk memproduksi baterai. 

Terkait dengan itu, lanjutnya, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk menerapkan pajak atas ekspor nikel tahun ini untuk meningkatkan pendapatan. Para pejabat sebelumnya mengatakan kebijakan ini bisa diterapkan segera setelah kuartal III 2022. 

Seperti diketahui, Jokowi dan sejumlah menteri telah mengadakan pertemuan awal tahun ini dengan pendiri Tesla, Elon Musk. Dalam pertemuan itu, Jokowi telah meminta Elon Musk untuk mempertimbangkan negara Asia Tenggara itu sebagai pusat manufaktur mobil, selain membuat baterai. 

Perwakilan Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kementerian Investasi Indonesia tidak menanggapi pertanyaan tentang kemajuan potensi kesepakatan dengan Tesla. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda