Teten Masduki Siapkan Stimulus ke UMKM di Tengah Penyebaran Virus Corona

Aditya Pratama ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 13:38 WIB
Teten Masduki Siapkan Stimulus ke UMKM di Tengah Penyebaran Virus Corona

Menteri Koperasi & UKM, Teten Masduki. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengajak seluruh pihak baik swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan masyarakat untuk membantu UMKM tetap berproduksi. Pasalnya, UMKM menumpu sektor riil level terbawah di Indonesia di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), terutama yang sektor mikro ada 64 juta unit usaha, ini bukan persoalan kecil, persoalan besar jadi memang bukan tanggung jawab pemerintah saja tapi swasta dan masyarakat,” ujar Teten dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

Teten mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus khusus untuk menjaga daya beli terhadap produk UMKM. Pihaknya, menyiapkan dua stimulus khusus sebagai upaya untuk menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk UMKM di tengah wabah virus corona.

“Untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat Covid-19, Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp2 triliun,” kata dia.

Dia berharap, stimulus tersebut mampu mendongkrak penjualan produk-produk UMKM dan dengan anggaran Rp2 triliun dan diskon 25 persen untuk konsumen 2 juta orang diharapkan akan memberikan stimulus terhadap daya beli UMKM sebesar Rp10 triliun. 

Kemudian, untuk stimulus yang kedua, Teten menyebut akan ada dalam bentuk bantuan tunai, untuk sektor mikro. Secara teknis ada beberapa model yang sedang disiapkan, salah satunya stimulus bagi jasa antar termasuk ojek online.

"Untuk mengefektifkan social distancing, harus dicarikan solusinya agar social distancing ini produktif,” ucapnya.

Mengenai stimulus bantuan tunai dicontohkan, Teten yaitu berupa dana Rp3 juta untuk usaha mikro/ultra mikro yang telah terdampak Covid-19 dari data yang diusulkan dinas di daerah. Kemudian, ada juta bantuan sebesar Rp2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikro, skema bantuan Rp4 juta bekerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog, serta dalam bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital. Koperasi di daerah yang terdampak. 

“Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional,” tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk