Uni Eropa Berencana Hidup Tanpa Gas Rusia 

Viola Triamanda · Sabtu, 25 Juni 2022 - 20:42:00 WIB
Uni Eropa Berencana Hidup Tanpa Gas Rusia 
Uni Eropa berencana hidup tanpa gas Rusia 

BRUSSEL, iNews.id - Para pemimpin Uni Eropa (UE) memperingatkan energi murah telah hilang dan setuju untuk bersiap mengurangi gas dari Rusia. Mereka berencana hidup tanpa gas dari negara tersebut.

UE menuduh Rusia menggunakan energi sebagai senjata. Bahkan dengan pengurangan pasokan, Jerman bisa menutup sebagian industrinya.

Para pemimpin UE menggelar pertemuan di Brusselsaat meningkatnya kekhawatiran atas melonjaknya harga energi dan peringatan akan musim dingin yang sulit.

"Inflasi adalah perhatian utama kita semua. Perang agresi Rusia mendorong harga makanan, energi, dan komoditas," kata ketua Dewan Eropa Charles Michel pada konferensi pers saat KTT UE dua hari itu berakhir, dikutip dari Reuters, Sabtu (25/6/2022).

Dia menambahkan, para pemimpin UE sepakat untuk mengoordinasikan respons kebijakan ekonomi mereka secara dekat. 

KTT tersebut menyetujui beberapa langkah konkret. Tetapi, para pemimpin juga menugaskan Komisi Eropa untuk dapat menemukan lebih banyak upaya dalam mengamankan pasokan energi dengan harga terjangkau.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pencarian pasokan alternatif sudah berlangsung. Sementara itu, eksekutif UE akan mempresentasikan rencana kesiapan untuk pengurangan gas lebih banyak dari Rusia kepada para pemimpin pada Juli mendatang. 

"Berharap yang terbaik, dan bersiap untuk yang terburuk. Itulah yang kami lakukan sekarang," ujarnya.

Komisi Eropa akan mengajukan berbagai usulan dan opsi untuk dibahas pada pertemuan puncak UE berikutnya pada Oktober mendatang. Salah satu masalah yang diperdebatkan adalah apakah pemerintah harus turun tangan untuk membatasi harga. 

Ini mengingat Spanyol dan Portugal membatasi harga gas di pasar listrik mereka bulan ini. Tetapi, negara lain memperingatkan pembatasan harga akan mengganggu pasar energi dan menguras kas negara lebih jauh.

Para pemimpin negara-negara anggota UE menyebut, lonjakan harga yang besar dan pertumbuhan global yang merosot disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina empat bulan lalu. 

"Gagasan energi murah hilang dan gagasan energi Rusia pada dasarnya hilang dan kita semua dalam proses mengamankan sumber alternatif. Pemerintah harus mendukung kelompok masyarakat yang paling menderita," tutur Perdana Menteri Latvia, Krisjanis Karins. 

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyatakan, negaranya sedang menuju kekurangan gas jika pasokan Rusia tetap sedikit. Bahkan, beberapa industri harus tutup pada musim dingin mendatang.

"Perusahaan harus menghentikan produksi, memberhentikan pekerja mereka, rantai pasokan akan runtuh, orang akan berutang untuk membayar tagihan pemanasnya," kata dia. 

Sebelum perang, Rusia mengirim 40 persen kebutuhan gas ke UE. Untuk Jerman sendiri, gas Rusia berkontribusi sekitar 55 persen. Inflasi di 19 negara UE juga telah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas 8 persen. Para eksekutif UE memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 2,7 persen tahun ini.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda