Upah Tinggi, Industri Sepatu di Banten Siap Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah

Antara ยท Kamis, 14 November 2019 - 09:05 WIB
Upah Tinggi, Industri Sepatu di Banten Siap Relokasi Pabrik ke Jawa Tengah

Pabrik. (Foto: ilustrasi/iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan, sejumlah industri sepatu di Banten tengah bersiap merelokasi pabriknya ke Jawa Tengah. Mereka yang hengkang karena keberatan dengan upah minimum yang tinggi.

"Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang memberatkan adalah UMK (Upah Minimum Kabupaten) plus UMSK (Upah Minimum Sektoral)," kata Direktur Eksekutif Aprisindo, Firman Bakri, Kamis (14/11/2019).

Selain diminta memenuhi UMK, kata Firman, industri sepatu di Banten harus dibebani tambahan UMSK yang untuk sektoralas kaki berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000 per orang per bulan. Dengan demikian, UMK dan UMSK di Banten saat ini mencapai Rp4,1 juta per bulan. Sementara di Jawa Tengah UMK di bawah Rp2 juta per bulan.

"Jadi saat ini sudah ada 25 pabrik yang mulai investasi di Jawa Tengah dan sebagian besar ini berasal dari Banten. Mereka menanamkan investasinya ke berbagai daerah seperti Majalengka, Cirebon, Brebes, hingga Temanggung dan Salatiga," ujar Firman.

Dia menyebut, para pengusaha terpaksa merelokasi pabriknya agar tetap efisien. Pasalnya, ongkos produksi dari sisi tenaga kerja bisa dipangkas sehingga harga jualnya bisa turun dan lebih kompetitif.

Kendati demikian, kata Firman, relokasi pabrik ke Jawa Tengah bukan tanpa masalah. Di provinsi tersebut suplai tenaga kerja yang terampil masih minim sehingga perusahaan perlu memberikan pelatihan, baik teknis maupun kultur perusahaan.

Saat ini, menurut Firman, industri alas kaki di Indonesia yang padat karya telah masuk dalam rantai pasok global. Dengan kata lain, mereka harus bersaing secara global, terutama dengan Vietnam, China, dan Kamboja.


Editor : Rahmat Fiansyah