Warren Buffett Kehilangan Hampir Setengah Kekayaannya gara-gara Investasi di 3 Saham Ini

Jeanny Aipassa · Selasa, 09 Agustus 2022 - 22:44:00 WIB
Warren Buffett Kehilangan Hampir Setengah Kekayaannya gara-gara Investasi di 3 Saham Ini
Investor legendaris Warren Buffett. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Miliarder saham, Warren Buffett, dilaporkan kehilangan hampir setengah dari kekayaannya yang mencapai 102 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp1.515 Triliun. 

Warren Buffett dikenal sebagai investor saham paling sukses sepanjang masa, namun dia harus menerima kenyataan mengalami kerugian besar gara-gara investasi yang ditanamkannya di 3 saham perusahaan raksasa AS. 

Pemilik Berkshire Hathaway itu, mengungkapkan mengalami kerugian brutal akibat harga saham Apple, American Express, dan Bank of America, anjlok pada kuartal II 2022, di tengah kenaikan suku bunga dan inflasi AS yang tak terkendali.

Warren Buffet menderita kerugian investasi senilai 43,76 miliar dolar AS atau sekitar Rp650,284 triliun sebagai akibat dari penurunan tajam harga saham Apple, American Express, dan Bank of America sepanjang kuartal II 2022. Jumlah tersebut hampir setengah dari  nilai kekayaan bersih Warren Buffet yang tercatat mencapai 102 miliar dolar AS atau Rp1.515 triliun. 

Meski demikian, Warren Buffett mengatakan dirinya tak hanya mengandalkan keuntungan dari investasi saham. Pendapatan operasional dari Berkshire Hathaway justru menunjukkan kinerja positif.

Penghasilan Berkshire Hathaway dilaporkan meroket menjadi 9,28 miliar dolar AS pada kuartal II 2022, meningkat dari 6,69 miliar dolar AS pada periode sama tahun lalu. 

Perusahaan laporkan pendapatannya tumbuh lebih dari 10 persen menjadi 76,2 miliar pada kuartal II 2022 karena mayoritas bisnisnya menaikkan harga.

Di antara 90 perusahaan yang beroperasi di bawah Berkshire, termasuk perusahaan asuransi, utilitas, manufaktur dan jasa serta perusahaan kereta api, hanya ada laporan kerugian sebesar 487 juta dari perusahaan asuransi Geico karena melonjaknya nilai mobil dan kerusakan mobil akibat kekurangan suku cadang mobil.

Jim Shanaham, analis di perusahaan investasi Edward Jones, mengatakan Berkshire Hathaway diyakini memiliki kinerja yang positif dibadingkan kondisi ekonomi AS, mengingat cakupan perusahaan yang luas di seluruh industri. 

“Ini adalah bisnis yang memiliki tentakel di semua bagian ekonomi yang berbeda. Untuk menunjukkan pendapatan yang luas dan kekuatan pendapatan di seluruh waralaba, itu memberi saya banyak keyakinan bahwa jangkauan yang lebih luas berkinerja cukup baik,” kata Jim Shanaham, seperti dikutip Australia Financial Review, Selasa (9/8/2022).

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda