Waskita Karya Mulai Konstruksi IKN Nusantara Paling Lambat Oktober

Iqbal Dwi Purnama ยท Rabu, 25 Mei 2022 - 17:21:00 WIB
Waskita Karya Mulai Konstruksi IKN Nusantara Paling Lambat Oktober
Waskita Karya mulai konstruksi IKN Nusantara paling lambat Oktober. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mulai dilakukan tahun ini, dengan konstruksi tahap awal dilakukan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Adapun PT Waskita Karya Tbk akan mulai konstruksi paling lambat pada Oktober mendatang. 

Direktur-direktur Operasi III Waskita Karya Tbk Gunadi mengatakan, konstruksi selambat-lambatnya akan dimulai pada Oktober tahun ini. Adapun bangunan pertama yang akan dibangun adalah Istana Presiden, gedung-gedung perkantoran, jalan, sanitasi, dan penyediaan air bersih.

"Oktober paling telat sudah mulai konstruksi," kata Gunadi di Jakarta, Rabu (25/5/2022).

Dia menuturkan, tahun ini dialokasikan dana sekitar Rp66 triliun dari APBN. Dana tersebut untuk pembangunan tahap awal IKN Nusantara.

"Kalau APBN dari informasi yang saya terima itu di tahuun 2022 (sebesar) Rp66 triliun, kemudian tahun 2022 sampai 2024 atau tahun berikutnya ada alokasi," ujarnya.

Gunadi menjelaskan, dalam pembangunan IKN Nusantara, semua BUMN karya bakal dilibatkan, dengan berkompetisi memperebutkan dana APBN senilai Rp66 triliun.

"(BUMN) Karya-karya akan dilibatkan semua. Kalau Waskita sendiri senang saja. Ada tender, semua proses tender, ada beauty contest siapa paling bagus desain, cepat, dan murah," ucap Gunadi.

Menurutnya, proses pembangunan IKN Nusantara ada tantangan tersendiri dalam pelaksanaannya. Misalnya, visi pemerintah yang dalam pembangunan tidak boleh membabat banyak hutan di Kalimantan.

"Diminta tidak terlalu banyak mengintervensi alam, lokasinya kan di hutan industri, jadi bangunan yang akan dibangun sesuai keperluan. Jadi enggak usah buka semua hutan," tutur Gunadi.

Selain itu, juga harus mengurangi sampah dalam proses konstruksi. Karena itu, dalam pembangunannya harus membangun pengelolaan sampah yang baik.

"Kemudian juga diupayakan menggunakan sistem modular, jadi bangunan dibuat di pabrik kemudian dideliver diangkat sudah jadi, sehingga tidak banyak makan lahan yang sifatnya membuat polusi udara, suara, dan menciptakan banyak sampah," tutur dia.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda