Wijaya Karya (WIKA) Siap Serap PMN Rp6 Triliun Lewat Rights Issue pada Kuartal I 2024
Selain itu, perseroan juga diamanatkan untuk menyelesaikan proyek-proyek strategis nasional dan proyek-proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), di antaranya seperti pembangunan proyek jalan tol, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), bendungan, pembangkit listrik, pembangunan smelter, dan proyek jaringan distribusi utama SPAM.
“Dalam rangka merealisasikan pembangunan proyek-proyek strategis tersebut Perseroan membutuhkan tambahan pendanaan untuk memperkuat struktur permodalan yang salah satunya melakukan PMHMETD kepada para pemegang saham,” tulis manajemen.
Demi menyukseskan agenda ini, WIKA bakal mengajukan usulan rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rencananya, pertemuan dengan investor bakal dilakukan pada 12 Januari 2024.
Sesuai jadwal investor yang berhak hadir dalam RUPSLB merupakan pemegang saham yang namanya tercatat paling lambat pada 20 Desember 2023. Pemanggilan resmi RUPSLB bakal dilakukan pada 21 Desember 2023.
Sebelumnya, Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya meyakini WIKA dapat mengantongi dana segar Rp3,2 triliun berdasarkan komposisi investor publik saat ini.
“Berdasarkan proporsi sekarang 65 persen (Pemerintah) dan 35 persen (Publik), WIKA berpotensi bisa menyerap sampai dengan Rp3,2 triliun. Namun itu kita lihat seberapa jauh market bisa menyerap dari saham tersebut,” katanya belum lama ini.
Editor: Aditya Pratama