WIKA Berpeluang Divestasi Aset? Ini Penjelasan Analis
JAKARTA, iNews.id - BUMN Wijaya Karya (WIKA) dipandang masih berpeluang melakukan divestasi aset, di tengah perusahaan melakukan restrukturisasi atau pemulihan struktur keuangannya.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan WIKA perlu terus melanjutkan proyek- proyek yang sedang maupun akan dikerjakan pada tahun depan.
Dengan penyelesaian proyek, peluang perseroan untuk melakukan divestasi aset akan semakin lebar ke depan.
“Misalnya, jika proyek-proyek strategis nasional tersebut sudah berhasil dikerjakan dengan baik, tentunya peluang WIKA untuk divestasi aset tersebut bisa terbuka dengan lebar,” ujar Nafan di Jakarta, Sabtu (30/12/2023).
Wijaya Karya (WIKA) Siap Serap PMN Rp6 Triliun Lewat Rights Issue pada Kuartal I 2024
Nafan mengatakan keputusan WIKA memprioritaskan penggunaan kas untuk modal kerja dan pembayaran mitra kerja, dapat mendukung penyelesaian proyek- yang sedang dikerjakan perseroan.
Dia pun mengapresiasi upaya perseroan memprioritaskan penggunaan kas untuk modal kerja. Namun juga mengingatkan untuk pembayaran sukuk dapat dilakukan atau mendapatkan persetujuan perpanjangan pembayaran sukuk agar kepercayaan pasar tetap dapat dijaga.
Wijaya Karya (WIKA) Siapkan Skema Rights Issue, Target Serap Dana Rp3,2 Triliun
“WIKA memprioritaskan kas untuk modal kerja dan pembayaran vendor memang hal yang patut diapresiasi, tapi, pembayaran sukuk juga esensial untuk meningkatkan kepercayaan terhadap investor,” tutur Nafan.
Apabila perekonomian dalam negeri terus menunjukkan kinerja progresif, menurut Nafan, akan membuat divestasi aset akan semakin mudah sehingga dapat mendukung rencana perseroan ke depan.
“Biasanya, stabilitas ekonomi domestik bisa memberikan benefit meningkatkan capital inflow,” ucapnya.
Sebelumnya, Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya mengatakan perseroan masih akan fokus pada penyehatan kondisi keuangan, salah satunya dengan mempertahankan komposisi proyek-proyek dari pemerintah pada 2024.
"Kita akan tetap mempertahankan komposisi di mana proyek-proyek pemerintah di angka 70 persen, sebelum COVID-19 cuma 30 persen. Sisanya, kita kejar yang BUMN yang Capex-nya besar dan sekarang yang monthly progress payment," kata Mahendra.
Dia menyebut prioritas perseroan menggunakan kas untuk modal kerja dan pembayaran mitra kerja merupakan langkah penting untuk meningkatkan produksi proyek pada tahun depan.
“Keputusan untuk menjaga arus kas dan menggunakan untuk modal kerja dan pembayaran vendor menjadi penting untuk menggenjot proyek di tahun depan,” ujarnya.
Editor: Puti Aini Yasmin