Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Urai Kemacetan, Polisi Berlakukan One Way di Jalur Puncak Bogor arah Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

Wow, Kemacetan di Jabodetabek Bikin Rugi Rp71,4 Triliun Setiap Tahun

Rabu, 28 April 2021 - 15:16:00 WIB
Wow, Kemacetan di Jabodetabek Bikin Rugi Rp71,4 Triliun Setiap Tahun
Kemacetan Jakarta
Advertisement . Scroll to see content

"Dari studi World Bank, kerugian ekonomi di Jabodetabek akibat kemacetan yang paling luar biasa, yaitu Rp71,4 triliun per tahun akibat pemborosan bahan bakar dan waktu yang hilang," ujar Polana.

Dia menguraikan, pemborosan BBM yang terjadi akibat kemacetan di 6 kota metropolitan mencapai 2,2 juta liter BBM per hari. Sedangkan waktu yang terbuang karena kemacetan di 6 kota metropolitan ini mencapai 6 juta jam per harinya. 

Selain itu, kemacetan juga berakibat kepada kerusakan lingkungan yang juga menjadi bagian dari kerugian lainnya. Apalagi, transportasi menjadi penyumbang terbesar kedua emisi gas rumah kaca di sektor energi.

"Akibat berikutnya terjadi pemborosan BBM dengan 2,2 juta liter per hari di 6 kota metropolitan. Dan yang paling penting bagi masyarakat adalah kehilangan waktu. Nilai waktu menjadi sangat mahal. Nilai waktunya hilang 6 juta jam per hari di 6 kota metropolitan," tutur Pola.

Atas dasar itu lah, lanjutnya, Kemenhub menyiapkan program layanan bus Buy The Service (BTS). Layanan bus BTS ini sudah tersedia di beberapa kota dari mulai Yogyakarta, Surakarta, Denpasar, Medan hingga Palembang dan akan dilanjutkan ke wilayah Jabodetabek yang dimulai dari Bogor. 

Dengan adanya pemberian BTS ini, manfaat yang dirasakan dengan danyalayanan BTS dimana nanti bus memiliki SPM akan menarik masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum. Dengan berkurangnya kendaraan pribadi waktu tempuh akan berkurang," ujar Polana. 

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut