Tanpa AS, 11 Negara Bakal Lanjutkan Kesepakatan Perdagangan TPP

Ade Miranti Karunia Sari ยท Minggu, 12 November 2017 - 14:14:00 WIB
Tanpa AS, 11 Negara Bakal Lanjutkan Kesepakatan Perdagangan TPP
Pertemuan Anggota TPP yang berlangsung saat KTT APEC di Vietnam (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Anggota Kemitraan Trans-Pacific (Trans-Pacific Partnership/TPP) kembali berkomitmen untuk menghidupkan kembali kesepakatan perdagangan yang sebelumnya telah ditandatangani.

Hal ini menyusul langkah Amerika Serikat (AS) yang menarik diri dan keluar dari TPP. Dalam Pertemuan di sela-sela KTT APEC di Vietnam, 11 negara yang tergabung di TPP mengeluarkan sebuah pernyataan bersama, di mana berkomitmen untuk melakukan perdagangan bebas dan terbuka.

Dari kesepakatan itu, Kanada dituduh mengulur waktu lantaran Perdana Menterinya, Justrin Trudeau tak menghadiri pertemuan TPP pada Jumat kemarin.

Namun Menteri Perdagangan Kanada Francois-Philippe Champagne membantahnya. "Tidak pernah ada niat untuk tidak muncul dalam pertemuan apa pun," tuturnya seperti mengutip BBC, Minggu (12/11/2017).

Trudeau juga mengatakan pada awal pekan bahwa Kanada tidak akan segera meneken kesepakatan TPP yang baru. Pejabat Kanada mengatakan bahwa negaranya bukanlah satu-satunya yang membutuhkan waktu untuk merenungkan kembali adanya kesepakatan di TPP.

Negara-negara yang bekerja dan memproses adanya kesepakatan baru itu adalah Australia, Cile, Selandia Baru, Brunei, Singapura, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru dan Vietnam.

Presiden AS Donald Trump telah menarik diri dari kesepakatan 12 negara TPP sejak bulan Januari 2017. Dengan begitu TPP tak lagi dipimpin oleh AS secara langsung.

Tawaran untuk menghidupkan kembali TPP, yang akan mencakup 40% ekonomi global akan dipimpin oleh Menteri Perdagangan dari Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Bergerak Tanpa Trump

Ketika Trump meninggalkan TPP, banyak isu yang mengemuka bahwa kesepakatan tersebut akan runtuh dan tak dilanjutkan.

Kemitraan strategis TPP awalnya diperjuangkan oleh Presiden AS periode sebelumnya, Barrack Obama dengan maksud mempertahankan pengaruh AS di kawasan Asia Pasifik. Tercatat ekonomi AS juga masih jauh lebih besar bila dibanding gabungan anggota lain.

Negara-negara yang tersisa sekarang harus menegosiasikan kembali persyaratan kesepakatan tersebut. Sebab, salah satu kesepakatan itu adalah kemudahan mendapatkan akses pasar di AS.

Kanada tetap khawatir bahwa komitmen yang dibuat di TPP dapat memengaruhi Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Aggreement). Bahkan tidak menutup kemungkinan Trump mengancam Kanada untuk keluar dari kesepakatan TPP.

Namun 11 anggota TPP telah memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan yang dituangkan dalam pakta perdagangan khusus, walaupun masih belum jelas kapan akan selesai.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda