10 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Okezone ยท Minggu, 14 Juni 2020 - 06:28:00 WIB
10 Perusahaan Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class
ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) mencatat 10 perusahaan di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN Asset Class. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id – ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) mencatat 10 perusahaan di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN Asset Class (aset berkelas). Penilaian diberikan atas dasar tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global.

ACGS dibuat untuk mendukung meningkatkan kepercayaan investor atas kualitas perusahaan di ASEAN. Seleksi dilakukan terhadap 100 perusahaan tercatat (Publicly Listed Companies/PLCs) dengan kapitalisasi pasar paling besar di setiap negara.

Hasil penilaian ASEAN Asset Class pada 2019 dilakukan berdasarkan kinerja tahun buku yang berakhir pada 2018. Hasilnya, ada 10 Perusahaan Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masuk daftar ASEAN Asset Class, dengan nilai 97,5 ke atas, dan terdapat peningkatan sebesar 25 persen jika dibandingkan pada 2017 yaitu delapan perusahaan.

Menariknya, tujuh dari 10 perusahaan tercatat BEI bergerak di bidang perbankan. Ini menunjukkan bank-bank publik di Indonesia memiliki tata kelola perusahaan yang baik. Hal tersebut penting, mengingat bank menjadi tempat nasabah mempercayakan dananya.

Kesepuluh emiten yang mendapatkan skor tertinggi, yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Antam Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT XL Axiata Tbk, dan PT Maybank Indonesia Tbk.

Selain itu, ada tiga perusahaan tercatat di luar kategori ASEAN Asset Class berhasil meningkatkan skornya secara signifikan, yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk naik 20,7 persen dengan skor 74,04, PT Vale Indonesia Tbk naik 20,68 persen dengan skor 83,36 dan PT Adaro Energy Tbk naik 19,06 persen dengan skor 65,03.

Penilaian menunjukkan, praktik tata kelola yang baik dan pengungkapan, lebih dipengaruhi sikap dari manajemen puncak perusahaan, dibanding ukuran perusahaan. Selain itu, ketersediaan peraturan yang lebih ketat juga berperan signifikan dalam penerapan praktik tata kelola yang baik.

Corporate Governance Expert (CG Expert) yang ditunjuk BEI untuk mewakili Indonesia di Forum ASEAN Corporate Governance 2019, Angela Simatupang mengatakan, peringkat ACGS Indonesia yang dinilai dua tahunan secara rata-rata menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,3 persen, dari 70,59 pada tahun 2017 menjadi 70,8 pada tahun 2019. Skor tertinggi meningkat sebesar 3,9 persen, dari 109,61 menjadi 113,84. Namun, skor terendah menurun sebesar 8,12 persen dari 40,9 menjadi 37,58.

Hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard tahun 2019 juga menunjukkan terdapat tujuh perusahaan berhasil memperoleh skor di atas 100 dibandingkan 2017 yang hanya tiga Perusahaan Tercatat. Menurut Angela, penilaian corporate governance terhadap 100 perusahaan tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut sudah mewakili 84,3 persen dari total kapitalisasi pasar BEI per 31 Maret 2019 dan 15,9 persen dari jumlah perusahaan tercatat di Indonesia.

Masing-masing negara ASEAN menunjuk Domestic Ranking Bodies (DRB) dan CG Expert untuk assessment terhadap perusahaan di ASEAN berdasarkan kriteria ACGS. Lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard adalah hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi. Dalam hal ini DRB yang mewakili Indonesia adalah RSM Indonesia.

Saat ini, terdapat enam negara ASEAN yang ikut dalam inisiatif ini, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Pada tahun 2019, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ADB (Asian Development Bank), dan RSM telah mengadakan berbagai sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang diharapkan bagi Perusahaan Tercatat di Indonesia. Untuk mendukung peningkatan skor ACGS perusahaan tercatat Indonesia pada tahun mendatang, RSM didukung OJK, BEI, dan ADB telah merencanakan untuk mengadakan rangkaian sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang baik bagi semua perusahaan di Indonesia.

Editor : Dani M Dahwilani

Bagikan Artikel: