10 Saham Termahal di Indonesia, Apa Saja?
JAKARTA, iNews.id - 10 saham termahal di Indonesia akan diulas dalam artikel ini. Harga saham termahal mengacu pada perusahaan yang memiliki nilai tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu tertentu.
Dari total 889 emiten yang terdaftar di BEI memiliki harga saham yang berbeda-beda. Emiten tersebut masing-masing diklasifikasikan ke 11 sektor industri atau IDX Industrial Classification (IDX-IC).
Nilai saham suatu emiten atau perusahaan terbuka diukur dari harga per lembar saham yang dipengaruhi oleh sejumlah hal, seperti situasi pasar hingga kinerja emiten tersebut. Salah satu cara umum untuk menentukan harga saham mahal atau tidak yakni Price-to-Earnings ratio (P/E).
Selain itu, nilai saham perusahaan diukur oleh harga per lembar saham yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kinerja perusahaan dan situasi pasar.
Berikut daftar 10 saham termahal di Indonesia per Sabtu (9/9/2023):
Saham termahal di Indonesia yakni Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dengan harga Rp50.200 per lembar. DSSA bergerak di bidang penyediaan tenaga listrik dan uap, pertambagan dan batu bara, perdagangan besar bahan-bahan kimia, serta infrastruktur dan multimedia. Perseroan yang beroperasi sejak 1 Januari 1998 ini tergabung dalam Sinarmas Group.
SUPR menempati urutan selanjutnya saham termahal di Indonesia dengan harga saham Rp34.000 per lembar. Perseroan bergerak di infrastruktur telekomunikasi dengan kegiatan bisnis antara lain mengoperasikan dan menyewakan bangunan menara base transceiver station (BTS) atau menara telekomunikasi dan fasilitas telekomunikasi melalui pengaturan bisnis jangka panjang.
Harga saham DCII mencapai Rp33.550 per lembar. Perseroan merupakan penyedia pusat data dan menyediakan cloud dan layanan infrastruktur data center. DCII melantai di BEI pada 6 Januari 2021.
Saham termahal selanjutnya ditempati Metropolitan Kentjana (MKPI) dengan harga Rp32.950 per lembar. Perseroan bergerak di bidang pengembang real estate, penyawaan, dan pengelolaan pusat perbelanjaan, apartemen, perkantoran, perumahan, dan jasa perawatan, pembersihan dan pengelolaan. Perusahaan mulai beroperasi pada tahun 1975.
Harga saham ITMG mencapai Rp30.750 per lembar. Perseroan merupakan pemasok batu bara yang terintegrasi di Indonesia sekaligus menjadi pemasok batu bara untuk pasar energi dunia.
Harga saham SCPI mencapai Rp29.000 per lembar. Namun, saham ini sedang terkena suspensi dari BEI. Perseroan bergerak di bidang pengolahan, pengemasan, dan pengembangan produk farmasi untuk konsumsi manusia dan hewan, perlengkapan mandi, kosmetik, peralatan rumah tangga dan produk terkait. Perusahaan yang beroperasi komersial pada Januari 1975 ini merupakan anggota badan usaha milik Merck & Co, Amerika Serikat (AS).
Harga saham UNTR mencapai Rp27.300 per lembar. Anak usaha PT Astra International Tbk ini bergerak di bidang kontraktor penambangan. Selain itu, perusahaan juga merupakan distributor alat terbesar terbesar di Tanah Air.
Harga saham GGRM mencapai Rp24.075 per lembar. Perseroan merupakan produsen rokok kretek terkemuka di RI. Perusahaan melantai di BEI pada 27 Agustus 1990.
Saham termahal selanjutnya yakni BYAN dengan harga saham Rp18.925 per lembar. Perusahaan milik orang terkaya Indonesia Low Tuck Kwong ini merupakan produsen batu bara semi-soft cooking berkadar belerang rendah.
Saham termahal urutan terakhir yakni EDGE dengan harga saham Rp17.500 per lembar. Indonet merupakan pelopor penyedia infrastruktur digital yang telah memperluas ruang lingkup bisnis dengan menyediakan data center terintegrasi maupun penyedia cloud.
Demikian ulasan 10 saham termahal di Indonesia. Semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru untuk Anda.
Editor: Aditya Pratama