Apa yang Dimaksud dengan Investasi Properti? Cari Tahu Yuk Sebelum Berinvetasi 

Suparjo Ramalan · Rabu, 19 Januari 2022 - 20:34:00 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Investasi Properti? Cari Tahu Yuk Sebelum Berinvetasi 
Apa yang dimaksud dengan investasi properti? Cari tahu yuk sebelum berinvetasi.

JAKARTA, iNews.id - Apa yang dimaksud dengan investasi properti? Sebagian dari kalian mungkin masih bertanya-tanya soal jenis investasi ini. 

Bagi yang ingin mengetahui investasi properti, penting untuk benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan investasi properti sebelum berinvestasi properti. Dengan memahami apa itu investasi properti akan memberi Anda gambaran yang lebih jelas apakah ini adalah investasi yang cocok untuk Anda dan ingin Anda lakukan untuk mendatangkan cuan. 

Mengutip Investopedia, investasi properti adalah salah satu jenis investasi properti yang dibeli dengan tujuan mendapat pengembalian investasi, baik melalui pendapatan sewa, penjualan kembali properti di masa depan, atau keduanya. Properti dapat dimiliki oleh investor individu, sekelompok investor, atau perusahaan.

Investasi properti dapat berupa usaha jangka panjang atau investasi jangka pendek. Dalam investasi jangka pendek, investor akan sering terlibat dalam flipping, di mana properti dibeli, direnovasi, dan dijual dengan untung dalam tempo singkat.  

Istilah investasi properti juga bisa digunakan untuk menggambarkan aset lain yang dibeli investor untuk kepentingan apresiasi di masa depan, seperti seni, sekuritas, tanah, atau barang koleksi lainnya. 

Pengertian Investasi Properti

Investasi properti adalah properti yang tidak digunakan sebagai tempat tinggal utama. Properti ini menghasilkan beberapa bentuk pendapatan, seperti dividen, bunga, sewa, atau royalti yang berada di ruang lingkup bisnis reguler pemilik properti. 

Investor terkadang melakukan studi untuk menentukan penggunaan properti yang terbaik dan paling menguntungkan. Misalnya, jika properti investasi dikategorikan untuk penggunaan komersial dan tempat tinggal, investor mempertimbangkan pro dan kontra dari keduanya sampai mereka memastikan mana yang memiliki potensi keuntungan tertinggi. Mereka kemudian memanfaatkan properti dengan cara itu.

Investasi properti sering disebut sebagai rumah kedua. Tetapi keduanya tidak selalu berarti hal yang sama. Misalnya, sebuah keluarga dapat membeli pondok atau properti liburan lainnya untuk digunakan sendiri atau seseorang dengan rumah utama di kota dapat membeli properti kedua di pedesaan sebagai tempat peristirahatan untuk akhir pekan. Dalam kasus ini, properti kedua adalah untuk penggunaan pribadi, bukan sebagai properti pendapatan.

Jenis Investasi Properti

Tempat Tinggal

Rumah sewa adalah cara populer bagi investor untuk menambah penghasilan mereka. Seorang investor membeli properti tempat tinggal dan menyewakannya kepada penyewa. Ini bisa berupa rumah keluarga tunggal, kondominium, apartemen, townhome, atau jenis struktur tempat tinggal lainnya.

Bangunan Komersial

Properti yang menghasilkan pendapatan tidak selalu harus berupa tempat tinggal. Beberapa investor, terutama perusahaan, membeli properti komersial yang digunakan secara khusus untuk tujuan bisnis. 

Pemeliharaan dan perbaikan properti ini bisa lebih besar, tetapi biaya tersebut dapat diimbangi dengan pengembalian yang lebih besar. Itu karena sewa untuk properti ini sering kali lebih mahal. Properti ini bisa berupa bangunan apartemen milik komersial atau toko ritel.

Bangunan multifungsi

Properti penggunaan multifungsi dapat digunakan secara bersamaan untuk tujuan komersial dan tempat tinggal atau rumah toko. Misalnya, sebuah bangunan mungkin memiliki etalase ritel di lantai utama seperti toko serba ada, bar, atau restoran, sedangkan bagian atas digunakan sebagai tempat tinggal.

Tantangan Berinvestasi di Properti

Ada beberapa tantangan dan risiko ketika Anda memutuskan berinvestasi di properti. Berikut ini beberapa di antaranya seperti dikutip dari Rocket Mortgage:

Likuiditas

Properti bukanlah investasi yang likuid. Setelah Anda menginvestasikan uang Anda di rumah keluarga tunggal, apartemen, atau properti komersial, Anda harus menjual properti itu untuk mendapatkan penghasilan. Investasi lain, seperti saham dan obligasi, jauh lebih likuid. Sangat mudah menjual saham untuk mendapatkan uang.

Modal Awal

Anda juga akan membutuhkan lebih banyak uang untuk memulai investasi properti karena rumah dan properti komersial tidak murah harganya. Anda mungkin perlu mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk membeli properti. Sementara berinvestasi dalam reksa dana, dan saham biasanya membutuhkan modal awal yang jauh lebih sedikit.

Waktu

Keuntungan investasi properti biasanya tidak datang dengan cepat. Anda mungkin membebankan biaya sewa kepada penyewa komersial atau tempat tinggal, namun seringkali pembayaran ini hanya menutupi biaya pembayaran hipotek atau biaya lain yang terkait dengan pemeliharaan properti. 

Keuntungan besar datang ketika Anda menjual properti dengan harga di atas harga beli. Namun, untuk mencapai tujuan itu, Anda biasanya harus menunggu beberapa tahun hingga properti Anda naik nilainya.

Lokasi

Lokasi adalah kunci ketika berinvestasi di properti. Properti Anda mungkin tidak akan naik nilainya jika tidak terletak di komunitas di mana harga properti sedang naik atau di lokasi strategis. Ini berarti Anda harus melakukan banyak riset untuk mendapatkan properti yang tepat di lokasi yang tepat.

Nah, itulah apa yang dimaksud dengan investasi properti. Semoga membantu Anda untuk mendapatkan pemahaman untuk memulai investasi di bidang ini. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: