Banyak Bisnis Properti, Hotman Paris Akui Rutin Bayar Pajak dan Ikut Tax Amnesty

Anggie Ariesta ยท Selasa, 24 Mei 2022 - 14:14:00 WIB
Banyak Bisnis Properti, Hotman Paris Akui Rutin Bayar Pajak dan Ikut Tax Amnesty
Hotman Paris Hutapea menghadiri acara acara Ulang Tahun ke-1 KPP Madya Jakarta Selatan 2 di Gedung BEI Jakarta, Selasa (24/5/2022). (Foto: MPI/Anggie Ariesta)

JAKARTA, iNews.id - Pengacara kondang Tanah Air, Hotman Paris Hutapea, mengakui rutin membayar pajak dan mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias Tax Amnesty. Pasalnya, Hotman Paris memiliki banyak bisnis properti dan sadar tak bisa menyembunyikan soal pajak. 

"Saya kan banyak di bisnis properti dan bisnis properti itu pajaknya enhgak bisa dibohongin kan, pajak penjual berapa pajak pembeli berapa, kalau sewa juga jelas," ujar Hotman, seusai menghadiri acara Ulang Tahun ke-1 KPP Madya Jakarta Selatan 2, di Gedung BEI Jakarta, Selasa (24/5/2022).

Dia mengungkapkan, telah mendaftar menjadi peserta pada program Tax Amnesty Jilid II yang berlangsung sampai Juni 2022. Hal itu lantaran dirinya patuh pada hukum dan sudah tahu seluk beluk sistem pajak. 

Menurut dia, lebih baik menjadi warga negara yang taat pajak, daripada menyembunyikan aset. Apalagi pemerintah sudah menghadirkan program pengungkapan sukarela bagi wajib pajak.

"Jadi memang saya setiap ada tax amnesty selalu ikut. Arti tax amnesty itu adalah kita setiap manusia mengakui kesalahan dan kita bayar utang kita itu gitu loh," imbuh Hotman.

Tax Amnesty jilid II dalam sistem perpajakan nasional jelas memberikan banyak kesempatan bagi wajib pajak (WP) untuk bisa mendeklarasikan hartanya yang belum diungkap.

Sebelumnya, Hotman menuturkan, pegawai pajak dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempatnya terdaftar sebagai WP Orang Pribadi sudah berkali-kali mengingatkan untuk mengikuti PPS.

Maka dari itu, Hotman berencana untuk segera menunaikan kewajibannya kepada negara dengan turut serta dalam agenda Tax Amnesty Jilid II kali ini, dan siap untuk langsung menghadap kantor DJP wilayah Jakarta Utara.

"Yang sekarang juga saya ikut tax amnesty jilid II karena saya sudah dicek ternyata ada lagi yang belum lapor ya bayar," kata Hotman.

Perlu diketahui, Tax Amnesty jilid I terjadi pada Juli 2016 hingga April 2017 silam sebagai fasilitas perpajakan bagi warga negara yang belum mengungkapkan harta perolehannya. Saat itu, tarif pungutan yang dikenakan pun lebih rendah dari tarif normal.

Hotman saat Tax Amnesty pertama mengaku membayar puluhan miliar karena sebelumnya banyak bisnis yang ia jalankan tidak terkena pajak.

"Kalau dulu puluhan M yang pertama, tahun berapa itu tahun 2016 untuk tax amnesty, kalau yang sekarang kan udah mulai beres itu cuma kemarin saya bayar cash Rp1 miliar lebih," ungkap Hotman.

Adapun tax amnesty yang diingatkan kepada Hotman berasal dari uang di rekening bank asing yang ia jadikan deposito. Namun, bank tersebut sudah tutup dan menjadikannya terkena tax amnesty.

"Itu rekening bank yang kebetulan bank nya udah tutup, padahal waktu itu bank asing yang udah tutup untung diingetin ternyata depositonya ada. Memang tujuan tax amnesty itu mengampuni orang berdosa gitu," tutur Hotman.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda