Bedah Saham BNI, Benarkah Sudah Murah?
Sebelum IHSG tertekan, rata-rata PBV industri perbankan di Indonesia berkisar 2 kali. Sementara itu secara historis, dalam lima tahun terakhir BNI memiliki rata-rata PBV 1,45 persen.
Dengan posisi PBV-nya saat ini, bisa dibilang harga saham BBNI cenderung murah bila dibandingkan dengan nilai fundamentalnya.
Yang perlu dicermati berikutnya terkait BBNI, adalah rentabilitas perusahaan ini ke depan.
Pasalnya book value bukan merupakan level tetap, naik atau turunnya mengikuti kinerja laba. Bila laba bersih meningkat, maka nilai buku emiten tersebut ikut bergerak naik.
Untuk itu, perlu diperhatikan proyeksi profitabilitas BNI selama 2020, terutama di tengah ancaman pelambatan ekonomi akibat virus corona. Namun, yang pasti bank terbesar keempat di Indonesia ini berhasil membukukan kinerja yang baik sampai Februari 2020. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih, kredit, hingga dana pihak ketiga.
Laba bersih bank BUMN ini melesat 22,27 persen menjadi Rp2,58 triliun, dibandingkan Februari 2019 senilai Rp2,11 triliun. Jika dibandingkan dengan industri perbankan yang hanya tumbuh 8,25 persen di Januari 2020, maka laba BNI tumbuh melampaui industri.