BEI dan OJK Sepakat Tunda Pelaksanaan Short Selling dan Kaji Buyback Saham Tanpa RUPS
JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepakat menunda pelaksanaan atau implementasi short selling. Selain itu, memutuskan untuk mengkaji lebih lanjut kebijakan buyback saham tanpa perlu dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Menurut Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek OJK I B Aditya keputusan ini disepakati sebagai salah satu solusi untuk mengembalikan kepercayaan pasar usai penurunan indeks selama sepekan.
“Dalam rangka menjaga stabilitas harga dengan memberikan ruang bagi investor untuk pengambilan dan penyesuaian operasional perdagangan untuk mendukung efisiensi pasar,” ucapnya dalam Dialog Bersama Pelaku Pasar Modal di Main Hall PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (3/3/2025).
Senada dengan itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman, menjelaskan bahwa kondisi pasar secara global telah mempengaruhi ketidakpastian pasar domestik. Hal itu akibat penyesuaian tarif antara AS dan negara-negara mitra dagangnya.
“Lalu, pasar juga masih mencermati arah kebijakan The Fed dan suku bunga global lainnya,” ujar Iman.
Sementara itu, dialog yang mengusung tema “Soliditas dan Sinergi Pemangku Kepentingan Pasar Modal” ini juga dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Direktur Utama BEI Iman Rachman.
Adapun para pelaku pasar modal yang hadir pada dialog, yaitu para direksi Anggota Bursa (AB), direksi Perusahaan Tercatat yang tergabung dalam konstituen Indeks IDX30, Manajer Investasi (MI), asosiasi di lingkungan pasar modal, seperti Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI).
Selain itu, Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII), dan Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Komisaris Utama Self-Regulatory Organization (SRO), Direktur Utama SRO, serta pemimpin redaksi media massa.
Selain itu, turut hadir pada sesi dialog beberapa pelaku usaha di Indonesia, yaitu Agoes Projosasmito, Agus Salim Pangestu, Adi Sariaatmadja, Anindya Bakrie, Arsjad Rasjid, Franky Widjaja, Garibaldi Thohir, dan Raffi Ahmad.
Editor: Puti Aini Yasmin