BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Banting saat IHSG Mengalami Tekanan, Ini Alasannya
“Investor syariah tentu akan bertransaksi saham tanpa riba, apalagi margin, ya jadi tentu tidak ada risiko margin call atau force sell,” tuturnya.
Penilaian tersebut mengemuka di tengah tekanan yang melanda pasar saham nasional. Berdasarkan data BEI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 5.266,13 pada 26 Oktober 2026 atau terkoreksi 39,80 persen sejak awal tahun (year-to-date).
Meski pasar saham mengalami tekanan, kapitalisasi pasar saham syariah masih tercatat besar. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026 menunjukkan kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp5.658,68 triliun.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Jakarta Islamic Index (JII) tercatat sebesar Rp1.891,89 triliun. Adapun Jakarta Islamic Index 70 (JII70) memiliki kapitalisasi pasar Rp2.681,94 triliun.
Dari sisi pilihan investasi, OJK menetapkan 622 saham masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) Periode I 2026. Jumlah tersebut belum termasuk tambahan tiga saham melalui penetapan DES insidentil.
Meski demikian, BEI mengingatkan investasi saham syariah tetap memiliki risiko pasar. Harga saham syariah dapat mengalami fluktuasi mengikuti dinamika pasar global, kondisi makroekonomi, hingga kinerja fundamental masing-masing perusahaan.
Editor: Aditya Pratama