BI Klaim Uang Edisi Kemerdekaan Rp75.000 Sulit Dipalsukan, Sistem Pengaman Berlapis

Fadel Prayoga ยท Selasa, 18 Agustus 2020 - 20:33 WIB
BI Klaim Uang Edisi Kemerdekaan Rp75.000 Sulit Dipalsukan, Sistem Pengaman Berlapis

Uang edisi Kemerdekaan Rp75.000 dilengkapi unsur pengaman dengan teknologi terbaru dan bahan kertas lebih tahan lama. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia telah mengeluarkan dan mengedarkan uang edisi khusus Peringatan Kemerdekaan Ke-75 Republik Indonesia berbentuk pecahan Rp75.000. Apakah uang kertas ini dapat dipalsukan?

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengatakan pihaknya telah memberikan pengamanan khusus agar uang kertas tersebut sulit dipalsukan beberapa oknum nakal. Ada fitur berbeda dari pecahan uang baru ini. Uang Rp75.000 dilengkapi unsur pengaman dengan teknologi terbaru dan bahan kertas yang lebih tahan lama.

“Di dalam uang kemerdekaan ini kami perkuat pengamananannya,” kata Marlison saat konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2020).

Setidaknya ada enam ciri khusus agar masyarakat mudah mengenalinya. Antara lain, gambar utama Pahlawan Nasional Dr (H.C.) Ir Soekarno dan Dr (H.C.) Drs Mohammad Hatta. Kedua, gambar bunga Anggrek Bulan yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis apabila dilihat dari sudut pandang berbeda.

 “Ketiga, hasil cetak akan terasa kasar apabila diraba pada bagian gambar utama pahlawan, dan tulisan nominal tujuh puluh lima ribu rupiah pada sisi muka uang. Keempat, tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional Soekarno dan Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka 75 yang dapat diterawang,” ujarnya.

Selanjutnya, gambar saling isi dari logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawang ke arah cahaya. “Keenam, hasil cetak yang memendar dalam satu atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa gambar pengibaran bendera pada peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 dan gambar motif songket yang berasal dari daerah Sumatera Selatan, serta jembatan Youtefa Papua,” katanya. 

Editor : Dani Dahwilani