Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Bitcoin Anjlok 12 Persen dalam Sepekan, Apa Pemicunya?
Advertisement . Scroll to see content

Di Jepang, Hacker Curi Uang Kripto Rp5,7 Triliun

Minggu, 28 Januari 2018 - 16:53:00 WIB
Di Jepang, Hacker Curi Uang Kripto Rp5,7 Triliun
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

Jepang merupakan salah satu negara yang mengizinkan perdagangan mata uang kripto, namun harus terdaftar. Proses pendaftaran telah dibuka sejak April 2017. Coincheck, salah satu operator mata uang kripto, saat ini sudah mengajukan pendaftaran sejak September lalu tapi masih diproses.

Dalam sebuah jumpa pers Jumat lalu, Coinchek mengatakan koin NEM disimpan di ‘dompet panas’, bukan disimpan di ‘dompet dingin’ yang relatif lebih aman di luar jaringan internet. Presiden Coincheck, Koichiro Wada beralasan perusahaan terkendali masalah teknis dan kekurangan jumlah pegawai.

Pada 2014 lalu, Mt. Gox, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di Jepang yang memperdagangkan sekitar 80 persen dari total seluruh bitcoin di dunia mengajukan pailit setelah rugi sekitar 500 juta dolar AS dalam bentuk bitcoin. Baru-baru ini, bursa mata uang kripto di Korea Selatan, Youbit juga ditutup dan mengajukan pailit setelah diretas dua kali selama tahun 2017.

Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, para pemimpin dunia juga kembali mengingatkan tentang bahaya mata uang kripto. Menteri Keuangan AS Steven Mncuhin khawatir uang tersebut digunakan untuk aktivitas ilegal.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut