ECB juga menyatakan akan berhenti menginvestasikan kembali uang tunai dari utang yang jatuh tempo dalam Program Pembelian Aset sebesar 3,2 triliun euro atau 3,5 triliun dolar AS mulai Juli mendatang.
Pembuat kebijakan sebelumnya terpecah menjelang pertemuan Kamis antara kenaikan 25 bps dan 50 bps, tetapi pasar dan ekonom bertaruh pada kenaikan 25 bps setelah data ekonomi mereda dalam beberapa pekan terakhir dan moderasi serupa oleh bank sentral besar lainnya.
Laju kenaikan suku bunga yang lebih kecil juga didorong ekonomi zona Eropa yang hampir tidak tumbuh pada kuartal terakhir 2022 dan bank-bank memperketat akses ke kredit, meningkatkan risiko bahwa tren seperti itu dapat berubah menjadi krisis kredit yang parah dan menyeret pertumbuhan lebih jauh. Inflasi yang mendasarinya juga berhenti meningkat untuk saat ini.
"Secara keseluruhan, informasi yang masuk secara luas mendukung penilaian prospek inflasi jangka menengah yang dibentuk Dewan Pemerintahan pada pertemuan sebelumnya," kata ECB, yang telah kehilangan target inflasi 2 persen selama dekade terakhir.
Tetapi seperti Bank of England, ECB masih terlihat menaikkan biaya pinjaman beberapa kali sebelum mencapai tingkat puncak 3,75 persen pada musim panas ini. Itu karena inflasi dapat memakan waktu bertahun-tahun untuk kembali ke target 2 persen.
Meski inflasi secara keseluruhan telah turun tajam, namun tekanan harga yang mendasarinya masih meningkat. Ini menunjukkan pertumbuhan inflasi dapat berada di atas target ECB kecuali jika bank menaikkan suku bunga lebih jauh.
Risiko-risiko ini diperburuk oleh pasar tenaga kerja yang ketat, terutama karena pertumbuhan upah lebih cepat dari yang diperkirakan dan tingkat pengangguran telah turun ke level terendah sepanjang masa meski ekonomi nyaris resesi.
Editor: Jujuk Ernawati
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku