Kembali Jabat Menteri, Luhut Binsar Pandjaitan Dituntut Urai Hambatan Investasi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 23 Oktober 2019 - 11:10 WIB
Kembali Jabat Menteri, Luhut Binsar Pandjaitan Dituntut Urai Hambatan Investasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo menunjuk kembali Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Luhut menjadi salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Selama dua hari kemarin, Jokowi telah memanggil beberapa nama dari unsur partai politik dan profesional. Pagi ini Jokowi pun mengumpulkan jajaran menteri yang akan membantunya selama lima tahun ke depan. Salah satunya Luhut.

"Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia sebagai poros maritim dunia, menangani hambatan investasi dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar ada di tangan beliau," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Luhut lahir di sebuah kampung kecil di Simargala, Toba Samosir, Sumatera Utara, pada 28 September 1947. Luhut dilahirkan di tengah keluarga yang sederhana, ayahnya hanyalah seorang sopir bus yang memiliki kesempatan belajar ke Cornell University, Amerika Serikat.

Luhut mengawali karier militernya pada tahun 1970 hingga 1999 dengan pangkat terakhir Jenderal Kopassus bintang empat. Kemudian dia berkarier sipil di pemerintahan, menjadi pekerja sosial, dan pengusaha.

Sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan Tahun 2000-2001 saat Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden pada 1999-2001. Sebelum menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, ia menjabat Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura.

Kemudian, Presiden Jokowi melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 31 Desember 2014, dan sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) pada 12 Agustus 2015 menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno. Dalam reshuffle Kabinet Kerja pada 27 Juli 2016, dia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.

Pada 15 Agustus 2016, Jokowi mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor AS Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar. Dia memberhentikan secara hormat Arcandra Tahar dari Menteri ESDM. Sebagai gantinya, Jokowi menunjuk Luhut yang juga menjadi Menko Maritim, untuk menjadi pejabat sementara (Plt) Menteri ESDM.

Sejak 2016 hingga 2019 Luhut menjabat sebagai Menko Kemaritiman. Kemudian Jokowi memintanya untuk melanjutkan jabatannya tersebut hingga lima tahun ke depan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Editor : Ranto Rajagukguk