Keuangan Islam Zakat dan Infak Bantu Masalah Ekonomi akibat Wabah Covid-19

Antara ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 06:26 WIB
Keuangan Islam Zakat dan Infak Bantu Masalah Ekonomi akibat Wabah Covid-19

Berdasarkan data Baznas, potensi zakat 2019 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp233,6 triliun, yang baru terserap Rp9,6 triliun. (Foto: Rumah Zakat/Ilustrasi)

JAKARTA, iNews.id - Keuangan Sosial Islam memiliki peran ganda sebagai bisnis dan sosial. Itulah mengapa keuangan sosial Islam sangat berperan meringankan masalah ekonomi di masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Keuangan sosial Islam bisa meringankan dampak Covid-19. Ada beberapa keuangan sosial Islam yang sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat, yakni zakat, infak, sedekah, dan wakaf," ujar Director of Center for Islamic Business and Finance (CIBF) Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Oktofa Yudha Sudrajad PhD dalam webinar bertemakan “The Role of Islamic Social Finance in Easing The Impact of COVID-19”, Jumat (22/5/2020).

Sementara itu, Direktur Rumah Amal Salman, M Kamal Muzakki mengatakan, zakat tumbuh dan berkembang dari basis terkecil di masyarakat. “Episentrum gerakan zakat adalah masjid dan pesantren. Salah satu tujuannya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” katanya.

Berdasarkan data Baznas, potensi zakat 2019 di Indonesia diperkirakan mencapai Rp233,6 triliun. Potensi tersebut masing-masing berasal dari zakat pertanian Rp19,79 triliun, zakat uang Rp58,76 triliun, zakat peternakan Rp9,51 triliun, zakat perusahaan Rp6,71 triliun, dan zakat penghasilan Rp139,07 triliun.

Dari potensi ini, kata Kamal, zakat yang dapat dihimpun baru Rp9,6 triliun. Itu artinya potensi pengumpulan zakat masih besar. “(Dana) zakat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di masa pandemi seperti sekarang,” ujarnya.

Editor : Dani Dahwilani