Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Usai RUPSLB, BSI Resmi jadi Bank BUMN    
Advertisement . Scroll to see content

Komisaris Independen BSI Ajak Milenial Jadi Sahabat Bank Syariah

Sabtu, 11 Desember 2021 - 11:12:00 WIB
Komisaris Independen BSI Ajak Milenial Jadi Sahabat Bank Syariah
Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI), M. Arief Rosyid Hasan, memberikan kuliah umum mengenai keuangan syariah untuk mahasiswa sejumlah universitas di Makassar. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Generasi milenial, lanjutnya, harus melek terhadap teknologi digital agar bisa masuk ke pasar perbankan syariah dan muncul sebagai pemimpin. Apalagi perbankan syariah Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan belum tergarap maksimal.

Dia mengungkapkan, perkembangan digitalisasi di sektor jasa keuangan perlu disikapi dengan cepat dan tepat agar berdampak bagi perekonomian masyarakat, termasuk oleh pelaku industri keuangan Syariah. 

Menurut dia, pandemi Covid-19 telah melahirkan kenormalan baru di tengah masyarakat, termasuk adaptasi teknologi. Bahkan financial technology (fintech) sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Berbagai transaksi keuangan pun dapat dilakukan seacara digital atau nontunai. 

“Sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo di acara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021 Oktober lalu, kami yang bergerak di industri keuangan Syariah juga terus melakukan literasi kepada masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air. Terlebih, indeks literasi dan inklusi keuangan digital dan syariah masih rendah,” ujar Arief Rosyid. 

Dia mengatakan, urgensi literasi keuangan syariah menjadi penting, bukan saja bagi pengembangan lembaga keuangan syariah, namun juga bagi agenda pertumbuhan perekonomian masyarakat. 

“Kalau kita bicara ekonomi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga merupakan driving force bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI mendukung penuh UMKM untuk bergerak menjadi pelaku ekonomi Syariah dan membantu mereka memanfaatkan perkembangan teknologi digital,” kata Arief. 

Selain itu, literasi juga penting untuk memperkuat kontribusi Indonesia terhadap industri halal dunia. “Saya rasa sudah waktunya Indonesia menjadi produsen dan tidak lagi hanya menjadi pasar dalam roda industri halal dunia. Sebab, jumlah populasi penduduk muslim Indonesia yang sebesar 87 persen, sangat potensial menggerakan perekonomian Syariah,” tutur Arief Rosyid.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut