Kuat Lawan Dolar AS, Rupiah Pagi di Rp14.562

Aditya Pratama ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 10:44 WIB
Kuat Lawan Dolar AS, Rupiah Pagi di Rp14.562

Kurs rupiah menguat. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Kamis (16/7/2020), pagi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini masih menahan mata uang Garuda di level psikologis Rp14.500 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.08 WIB menunjukkan, rupiah terapresiasi 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.562 per dolar AS dari posisi kemarin Rp14.587 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.560-14.562 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.560 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.598 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.588 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.588 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.548-14.600 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 16 poin menjadi Rp14.632 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.616 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah bergerak menguat jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Dia menyebut, dari dalam negeri pasar menantikan hasil RDG BI yang masih membuka peluang pemangkasan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

"Dengan kondisi inflasi yang masih terjaga di bawah dua persen, pemangkasan ini bisa terjadi. Pasar mungkin sudah mengantisipasi hasil ini kemarin. Situasi sell on fact buy on rumour mungkin bisa mendorong penguatan rupiah pasca pengumuman BI," ujar Ariston.

Sementara itu, kondisi eksternal pagi ini terlihat adanya tekanan ke aset-aset berisiko karena kekhawatiran peningkatan penularan virus dan memburuknya hubungan AS dan China. Padahal, lanjut Ariston, pasar AS dan Eropa semalam ditutup positif karena berita kemajuan penelitian vaksin COVID-19.

Hari ini, pasar juga menantikan data PDB kuartal II 2020 dan data produksi industri Juni China, yang diperkirakan akan lebih bagus dari data sebelumnya. "Bila demikian hasilnya bisa memberikan sentimen positif ke aset-aset berisiko hari ini termasuk rupiah," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi menguat tipis ke arah Rp14.450 per dolar AS, dengan potensi resisten di kisaran Rp14.700 per dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk