Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkeu Lelang 4 Seri SUN Hari Ini, Target Raup Rp33 Triliun
Advertisement . Scroll to see content

Kurs Rupiah Sesi Pagi Terperosok di Rp14.149 per Dolar AS

Jumat, 12 April 2019 - 11:02:00 WIB
Kurs Rupiah Sesi Pagi Terperosok di Rp14.149 per Dolar AS
Kurs rupiah melemah terhadap dolar AS. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Jumat (12/4/2019) kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terpantau mata uang Garuda masih stabil di level psikologis Rp14.100 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terdepresiasi 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.149 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.139 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.139 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.145 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.140 per dolar AS posisi terakhir sebelumnya Rp14.130 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.152 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.130-14.152 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 3 poin menjadi Rp14.153 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.156 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.130-14.160 per dolar AS. Pergerakan rupiah berpotensi tertekan terhadap dolar AS akibat positifnya data-data ekonomi AS.

Dia menyatakan, pada perdagangan kemarin dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia. Pasalnya, data-data ekonomi AS yang dirilis kemarin lebih bagus dari perkiraan. Salah satunya, data klaim pengangguran yang turun dan di bawah ekspektasi yaitu 196.000 klaim dibandingkan 210.000.

Kemudian, data indeks harga produsen bulan Maret yang menjadi salah satu indikator inflasi dirilis lebih bagus dari ekspektasi yaitu 0,6 persen dibandingkan 0,3 persen.

Hal ini menandakan ekonomi AS masih bagus dan bisa jadi akan ada pengetatan moneter oleh The Fed ke depannya bila data-data ekonomi AS konsisten bertumbuh bagus. Jika hal ini terus terjadi maka bisa menjadi keberanian bank sentral AS tersebut untuk menaikkan suku bunga acuannya.

"Rupiah bisa tertekan terhadsp dolar AS dengan potensi kisaran di Rp14.130-14.160," ujarnya kepada iNews.id, Jumat (12/4/2019).

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut