Laba Bersih MSIN Tahun Lalu Melesat 78 Persen Jadi Rp301 Miliar
Sedangkan beban umum dan administrasi mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen menjadi Rp111,7 miliar pada tahun lalu dari Rp102,8 miliar pada periode yang sama 2020.
Pertumbuhan biaya G&A terutama disebabkan oleh perluasan operasional lini digital MSIN, yang terdiri dari produksi berbagai original production untuk platform pihak ketiga, keterlibatan perseroan ke dalam lini game, dan ekspansi dalam aktivitas media sosial perseroan, termasuk multi-channel network.
Sementara itu, perseroan mempertahankan posisinya sebagai produsen konten terbesar dan terbaik di Indonesia sepanjang 2021, baik dalam jumlah konten yang diproduksi maupun pencapaian kinerja.
MSIN memiliki 300.000 jam hak pustaka konten digital MNC Group yang dapat dimonetisasi dalam beberapa cara, seperti penjualan ke MNCN TV FTA, skema insentif untuk program-program terbaik, saluran linier & konten VOD pada superapp Perseroan, monetisasi media sosial, lisensi konten ke pihak ke-3, lisensi IP, penempatan iklan nonreguler (iklan yang ditempatkan di dalam konten), dan monetisasi NFT.
Editor: Jujuk Ernawati