Merger Bank Syariah, OJK Sebut Perlu Pembicaraan Mendalam

Rina Anggraeni ยท Kamis, 23 Juli 2020 - 17:01 WIB
Merger Bank Syariah, OJK Sebut Perlu Pembicaraan Mendalam

OJK menyatakan konsolidasi bank-bank syariah BUMN masih perlu didiskusikan dengan kementerian/lembaga lain, seperti BI dan LPS. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi rencana Menteri BUMN Erick Thohir yang akan menggabungkan alias merger bank-bank syariah BUMN pada Februari 2021. Apa kata OJK?

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Teguh Supangkat mengatakan, rencana konsolidasi merger ini perlu ada pembicaraan mendalam.

"Kemarin dari Kementerian BUMN mau konsolidasi atau merger bank-bank BUMN syariah. Nanti kita bicarakan. Kita belum bicara secara mendalam terkait konsolidasi tersebut," ujar Teguh dalam webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Kamis (23/7/2020).

Dia menuturkan merger bank bisa diberlakukan bagi bank umum konvensional (BUK) atas unit usaha syariah (UUS) yang dimilikinya dan dikonversi menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Ini tertuang dalam Undang-Undang nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. "Ini perlu kita antisipasi beberapa hal. OJK sudah banyak ketentuan," katanya.

Dia menambahkan konsolidasi bank-bank syariah BUMN masih perlu didiskusikan dengan kementerian/lembaga lain, seperti Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Nanti kita lihat lagi, kita minta masukan dari BI dan juga LPS. Kita perlu diskusi lebih dalam lagi," ujar Teguh.

Editor : Dani Dahwilani