Minuman Ringan Kena Cukai, UNVR hingga ICBP Akan Naikkan Harga

Aditya Pratama ยท Minggu, 01 Maret 2020 - 14:35 WIB
Minuman Ringan Kena Cukai, UNVR hingga ICBP Akan Naikkan Harga

Emiten konsumer bakal menaikkan harga produknya seiring penetapan cukai untuk minuman kemasan berpemanis. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah berencana mengenakan pajak untuk berbagai minuman berpemanis. Melalui kebijakan ini pemerintah berharap dapat menekan konsumsi gula nasional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat sekaligus menambah pendapatan negara.

Bahana Sekuritas memperkirakan kenaikan harga akan cukup beragam mulai dari 2 persen hingga 17 persen untuk berbagai merk minuman. “Tarif cukai ini bakal dibebankan langsung kepada konsumen karena emiten akan mengalami kesulitan dalam menjaga margin bila menahan atau menunda kenaikan harga,’’ ujar Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin dalam keterangannya, Minggu (1/3/2020).

Bagi emiten yang lebih sedikit memproduksi minuman berpemanis dan juga yang memproduksi minuman berpemanis dengan target pasar masyarakat kelas menengah-atas akan terkena dampak yang lebih terbatas dibanding produsen yang menyasar kelas menengah-bawah,” kata Giovanni.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengusulkan produk minuman berpemanis akan dikenakan cukai sebesar Rp1.500 per liter untuk teh kemasan. Produksi teh kemasan ini mencapai 2,191 juta liter setiap tahun, dengan potensi penerimaannya mencapai Rp2,7 triliun. Untuk produk berkarbonasi akan dikenakan cukai sebesar Rp2.500 per liter. 

Tercatat produksi minuman karbonasi ini mencapai 747 juta liter, dengan potensi penerimaan negara mencapai Rp1,7 triliun.  Usulan selanjutnya adalah tarif cukai untuk produk minuman berpemanis lainnya seperti minuman energy drink, kopi, konsentrat dan lainnya sebesar Rp2.500 per liter. Total produksi minuman ini sebesar 808 juta liter dengan potensi penerimaan sebesar Rp1,85 triliun. Dengan begitu, total penerimaan negara diperkirakan mencapai Rp6,25 triliun atau sekitar 35 persen dari target penerimaan negara sepanjang 2020. 

Beberapa emiten yang bisa terkena dampak dari pemberlakukan tarif cukai ini diantaranya PT Mayora Indah Tbk dengan kode saham MYOR, PT Unilever Indonesia dengan kode saham UNVR dan PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan kode saham ICBP. Bahana memperkirakan ICBP akan menaikkan harga berkisar 10-17 persen berbagai jenis minuman yang terkena cukai, MYOR diperkirakan sekitar 4-6 persen, sedangkan UNVR 2-9 persen. 

Sekuritas milik negara ini memperkirakan dampak pengenaan cukai ini terhadap UNVR akan lebih terbatas dibanding dua emiten lainnya. Pasalnya, berbagai produk minuman yang bakal terkena cukai tersebut lebih banyak menyasar konsumen dengan kelas menengah-atas yang lebih mampu menyerap kenaikan harga tersebut. Sementara, dua emiten lainnya lebih banyak menyasar kelas menengah-bawah, yang tentunya akan lebih sulit menyesuaikan daya beli terhadap kenaikan harga.

“UNVR juga diuntungkan karena saat ini masyarakat semakin banyak melakukan migrasi dengan menggunakan produk-produk premium, yang sedang menjadi fokus dari Unilever,” kata Giovanni, yang merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp10.150/  per saham. 

Editor : Ranto Rajagukguk