Pelindo IV Terbitkan Obligasi Senilai Rp3 Triliun

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 05 Juli 2018 - 12:57 WIB
Pelindo IV Terbitkan Obligasi Senilai Rp3 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) hari ini mencatatkan obligasi pertama tahun 2018 senilai Rp3 triliun. (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

JAKARTA, iNews.id - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) hari ini mencatatkan obligasi pertama tahun 2018 senilai Rp3 triliun. Penerbitan obligasi I Pelindo IV ini dapat mempercepat pembangunan konektivitas di wilayah Indonesia Timur.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung mengatakan, selama periode masa penawaran (bookbuilding) obligasi ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscibe). Hal ini menunjukkan kepercayaan investor kepada perseroan yang merupakan perusahaan pelabuhan di Indonesia Timur.

"Ini momen sejarah sejak 26 tahun berdiri kami bisa melantai di pasar modal. Beberapa hal yang jadi satu hal kepada kami penerbitan obligasi ini oversubscibe yang menunjukkan kepercayaan kepada Pelindo IV yang bergerak di Indonesia Timur," ujarnya di BEI, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Obligasi ini bertujuan untuk pembangunan berbagai proyek strategis yang sudah dilakukan sebelumnya di beberapa pelabuhan Kawasan Timur Indonesia (KTI), yaitu Makassar New Port, Pelabuhan Bitung, Kendari New Port dan Pelabuhan Pantoloan-Palu. Ia optimistis penerbitan obligasi Pelindo IV ini semakin mempercepat pembangunan konektivitas di wilayah KTI.

"Terima kasih kami ucapkan dalam mendukung pembangunan pelabuhan Indonesia Timur. Mengingat obligasi ini untuk tingkatkan konektivitas maka obligasi ini dinamai obligasi konektivitas Indonesia Timur," kata dia.

Selain obligasi, Pelindo IV juga memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan. Dengan demikian, konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi.

Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap triwulan dengan basis 30/360. Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

Adapun pencatatan Obligasi I Pelindo IV terbagi dalam tiga seri. Seri A untuk jangka waktu lima tahun dengan tingkat bunga delapan persen dibayarkan setiap tiga bulan. Kemudian, seri B untuk jangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga 9,15 persen dibayarkan setiap tiga bulan. Seri C untuk jangka waktu 10 tahun dengan tingkat bunga 9,35 persen dibayarkan setiap tiga bulan.

Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan, Kementerian BUMN selalu mendorong agar BUMN bisa lebih mandiri dalam pendanaan, transparan, dan berorientasi kepada kepentingan nasional. Dengan demikian, dalam menjalankan pembangunan, baik pemerintah maupun BUMN tidak lagi hanya bergantung pada APBN. Sebagaimana fungsinya, BUMN adalah agen pembangunan yang bisa memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya apresiasi langkah strategis PT Pelindo IV dalam upaya mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN untuk menyelesaikan program strategis nasional, khususnya masyarakat Indonesia Timur," tuturnya di kesempatan yang sama.

Editor : Ranto Rajagukguk